Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Obesitas membahayakan sperma laki-laki

Obesitas membahayakan sperma laki-laki

New York-KoPi| Sebuah riset telah di Amerika menunjukkan bahwa kelebihan berat badan tidak normal mengurangi jumlah dan kualitas sperma. Dengan kata lain peneliti dalam riset ini menganggap berat badan mempengaruhi kesuburan.

"Semakin berat badan pada laki-laki, semakin tinggi juga produktivitas sperma untuk menjadi berkurang," Dr. Keith Jarvi, Ahli urologi mengatakan kepada Reuters (2014). "Saya tidak mengira jika penemuan ini diketahui dan disadari oleh laki-laki secara umum," kata Jarvi.

Dr. Michael Eisenberg, dari Standford University School of Medicine di California, bersama rekan-rekannya merekrut 48 pasangan di Texas dan Michigan yang berencana untuk mendapatkan anak dan diteliti kualitas spermanya berdasarkan beberapa aspek.

Mereka juga menimbang dan mengukur pinggang mereka dan menemukan bahwa semakin besar lingkaran pinggang dan dan semakin berat indek berat badan (standar berat badan berdasarkan tinggi dan beratnya badan) – dua hal tersebut berhubungan dan mempengaruhi jumlah produksi sperma menjadi semakin mengurang.

"Semua aspek dari kualitas sperma sangat penting,"kata Eisenberg. "Produksi sperma mengandung bahan-bahan kimia yang membuat sperma menjadi aman. Sehingga, jika jumlahnya berkurang kemungkinan akan menimbulkan masalah."

Jumlah sperma lebih sedikit bagi orang yang lingkar pinggangnya lebih lebar, berdasarkan metrik penting yang lain.

Berdasarkan studi tersebut, laki-laki yang normal berat badannya mempunyai jumlah sperma 3.3 mL, sedangkan laki-laki yang kelebihan berat badan hanya mempunyai jumlah sperma 2.8 mL. |NBCnews|Fahrurrazi|Ed. URS|

 

back to top