Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Musim semi di Mars

Musim semi di Mars

KoPi,Selama ini Mars dikenal sebagai Planet Merah. Tetapi, ketika musim semi terjadi di Mars, planet ini terlihat sangat berbeda.

Telah diyakini bahwa pada sekitar 3.5 milyar tahun yang lalu Mars memiliki iklim yang sama dengan Bumi. Tetapi, ternyata kini di Mars tak ada lagi bunga yang bersemi dan hewan yang berlarian di padang rumput. Gambar yang diberikan oleh NASA menunjukkan bahwa banyak bukit pasir di kawasan Mars bagian utara mulai timbul dari musim dingin yang mencapai -125C.


Bagian putih yang menutupi permukaan Mars membuat batuan merah menjadi tak nampak dan lebih terlihat seperti tempat ski atau kreasi Heston Blumenthal yang berkabut.


Pihak NASA menjelaskan:”Bagian puncak bukit pasir yang teduh, curam dan tak diselimuti es itu membuat pasir luruh ke bagian bawah bukit. Bagian percikan-percikan berwarna gelap yang menunjukkan tempat dimana es mulai pecah di awal musim semi itu juga meluruhkan pasir. Dengan begitu, bukit-bukit pasir itu akan segera kosong dan semua tanda-tanda aktivitas musim seni akan berlalu.”


Layaknya Bumi, Mars memiliki empat musim akan tetapi dengan waktu yang lebih lama (sekitar 7 bulan) karena perbedaan jarak dari matahari dan pola orbit Mars yang berbentuk elliptis.

 


(Ana Puspita Sari)
Sumber: News.com.au

back to top