Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Hidung manusia dapat mendeteksi 1 triliun bau

Hidung manusia dapat mendeteksi 1 triliun bau

Washington-KoPi|Hidung manusia mampu membedakan setidaknya 1 triliun bau yang berbeda adalah sebuah penemuan di Amerika Serikat yang diterbitkan Maret tahun lalu.

Sementara manusia mampu membedakan beberapa juta warna nada yang berbeda, tapi para peneliti mengatakan bahwa mereka baru mampu membedakan 10.000 bau yang berbeda setelah beberapa tahun kemudian.

“Jumlah ini jumlah berlaku secara umum,"kata penulis penelitian tersebut, Leslie Vosshall, profesor di Universitas Rockefeller.

“Analisis kami menunjukkan bahwa kemampuan manusia untuk membedakan bau jauh lebih besar dari pada yang kami perkirakan,"katanya.

Bau yang kita temui dalam kehidupan nyata terdiri dari berbagai macam molekul bau, misalnya, aroma mawar memiliki 275 komponen.

Dalam penelitian yang baru, para peneliti menggunakan 128 molekul bau yang berbeda untuk menciptakan aroma komposit baru.

Para peneliti mengikutsertakan 26 relawan untuk mengidentifikasi satu aroma yang berbeda dari yang lain.

Berdasarkan hasil yang mereka diperoleh melalui tes ini, para peneliti membuat pertimbangan teoritis dan menghitung bahwa manusia dapat membedakan setidaknya 1 triliun rangsangan penciuman.

"Saya berharap makalah kami bisa membatalkan pernyataan yang mengatakan bahwa manusia memiliki penciuman yang kurang baik,"kata Vosshall.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal AS Science. |Xinhuanet|Fahrurrazi|

back to top