Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Gerhana bulan total 2014

Gerhana bulan total 2014

KoPi, Orang-orang yang ada di bagian Amerika dan Asia bangun untuk melihat gerhana bulan total pada hari Rabu pagi hari, yang juga dikenal sebagai ‘bulan darah’.

Gerhana total tersebut adalah gerhana kedua dari empat selama periode 2 tahun mulai 14 April hingga 28 September 2014.

Gerhana tersebut mulai jam 8 am GMT, dan mencapai gerhana total pada jam 10.35 am GMT.

Bulan darah tersebut bisa dilihat di beberapa bagian di Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia Timur, dan Australia, sedangkan daerah lain diberikan layanan untuk melihat gerhana oleh Nasa via live streaming.

Tony Philips, seorang astronomi bersama SpaceWeather.com, mengatakan bahwa warna kemerah-merahan tersebut terjadi saat gerhana bulan karena kita melihat matahari terbenam dan terbit pada waktu yang sama.


(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top