Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

HP tertangkap karena kasus ‘suap’ di Rusia

HP tertangkap karena kasus ‘suap’ di Rusia

Rusia-KoPi, Perusahaan HP (Hewlett-Packard) mengaku bersalah karena karyawannya menyuap pejabat pemerintah Rusia untuk sebuah kontrak, dan perusahaan tersebut telah didenda sebesar 58.7 juta dollar AS.

HP mengaku telah melanggar Foreign Corrupt Practices Act di sebuah pengadilan di Northern California pada hari Kamis, Pengadilan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan.

AS mengatakan bahwa HP membayar 2 juta dolar untuk mendapatkan sebuah kontrak dengan jaksa penuntut dari Rusia.

Permohonan dan hukuman tersebut adalah kesepakatan yang dicapai pada bulan April bersama Justice Department dan Securities and Exchange Comission. HP setuju untuk membayar denda dengan jumlah total 108 juta dolar atas hukuman karena menyuap pejabat di Rusia, Meksiko dan Polandia.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top