Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Es di Antartika mengandung berlian

Es di Antartika mengandung berlian

Oslo–KoPi| Sebuah tipe bebatuan yang mengandung berlian telah ditemukan di Antartika, yang merupakan tempat yang luas dan banyak mengandung tambang mineral.

Sebuah perjanjian pada tahun 1991 berdasarkan perjanjian Antartic Treaty melarang untuk menambang paling tidak selama 50 tahun agar bisa menjaga benua ini untuk penelitian dan menjaga margasatwa yang ada di sana.

Dalam Jurnal Nature Communication, sebuah tim yang dipimpin oleh orang Australia melaporkan bahwa Antartika Utara mengandung "kimberlite" (berlian), sebuah tipe batu yang jarang ditemukan, yang diberi nama setelah sebuah kota di Afrika Selatan, Kimberley, terkenal karena berliannya pada akhir abad 19.

"Batu-batu ini merupakan batu yang pertama kali diketahui sebagai kimberlite di Antartika." Mereka menuliskan bahwa penemuan ini berada di sekitar pegunungan Meredith, tepatnya di pegunungan Prince Charles.

Sebelumnya, belum ditemukan berlian selama penelitian geologi diizinkan di benua ini. Tapi sekarang, kimberlite, sebuah batuan vulkanik yang berada di bawah permukaan bumi telah ditemukan di setiap benua.

Ahli geologi khawatir penemuan ini akan menjadi komersial, walaupun sebagian besar benua ini sangat terpencil, dingin, dan sangat gelap. Tim Riley yang merupakan tim survei dari British Antartic Survey mengatakan bahwa kurang lebih 10 persen kandungan kimberlite yang serupa menjadi kepentingan ekonomi yang sangat aktif.

"Ini merupakan sebuah lompatan yang besar dari sini untuk menambang," kata Riley kepada Reuter (sebuah kantor berita nasional). Tambang termasuk platinum, emas, tembaga, besi dan batu bara sebelumnya telah ditemukan di Antartika.

Larangan yang Harus Diteruskan

Perjanjian Antartic Treaty hanya mendapatkan 50 tanda tangan, tapi perjanjian ini mendapatkan dukungan dari negara-negara yang kuat dan maju, antara lain Amerika Serikat dan Cina. Beberapa negara berharap larangan pertambangan ini dilanjutkan kembali sampai tahun 2041.

"Kemungkinan besar akan ada sedikit tantangan untuk memperpanjang larangan ini, karena adanya penemuan yang baru dan potensial di Antartika," menurut Jurnal Nature Communication.

Peneliti lainnya berpendapat bahwa hal ini tidak jelas. "Kita tidak tahu apa latar belakang dari perjanjian yang akan melakukan pertambangan pada tahun 2041 itu atau teknologi apa yang akan muncul untuk mengambil bahan tambang yang bernilai ekonomis itu," komentar Kevin Hughes, Kepala Penelitian Antarctic Research.

Riley juga mengatakan di sana ada sebuah garis baik di antara keberhasilan dan pemetaan geologi dalam bertambang. Beberapa negara termasuk Rusia, Ukraina, dan Cina lebih aktif dalam meneliti Antartika akhir-akhir ini.

Kandungan kimberlite juga merupakan sebuah konfirmasi bagaimana benua itu bergerak. Daerah Antartika utara merupakan salah satu bagian dari sebuah benua yang dikenal dengan Gondwana yng berhubungan langsung dengan Afrika dan India yang juga memiliki kimberlite. |VOANews|Fahrurrazi|Ed.URS|

back to top