Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Donor organ tubuh menurut Islam

Donor organ tubuh menurut Islam

KoPiAda sebuah ayat di Al-Qur’an yang menyatakan: “Barangsiapa yang menyelamatkan satu kehidupan sama saja orang tersebut telah menyelamatkan kehidupan semua orang,”

Mungkin tidak ada cara yang lebih baik untuk mengimplementasikan konsep ini selain dengan cara menanamkan organ yang didonasikan untuk mengganti organ yang gagal berfungsi. Akan tetapi, pada dasarnya, cara demikian ini dapat dilaksanakan setelah mengalami beberapa pertimbangan dari hukum islam.

Menyakiti tubuh manusia, baik itu manusia yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal itu dilarang dalam islam. Aturan inilah yang menjadi dasar tidak diizinkannya tindakan menggores tubuh pendonor hidup maupun pendonor yang sudah meninggal untuk kemudian organ tubuhnya diambil dan disumbangkan.

Lebih lanjut, aturan ini juga tidak mengamini dua aturan hukum yang telah ditetapkan untuk mengatasi kebuntuan ini. Dua hukum tersebut adalah “kebutuhan itu membatalkan larangan” dan “pilihlah satu hal yang tingkat ‘jahat’nya lebih rendah dari dua hal yang jahat jika kedua hal tersebut tak dapat dihindari”.

Setelah mengacu pada dua aturan tersebut, karena menyelamatkan sebuah kehidupan adalah sebuah kebutuhan yang harus lebih diutamakan daripada mempertahankan keutuhan tubuh pendonor ataupun tubuh orang yang meninggal dan karena melukai tubuh pendonor dinilai tidak lebih jahat dibanding dengan membiarkan seorang pasien meninggal, maka prosedur donor dan penanaman organ tubuh kemudian diperbolehkan.

Tindakan donor dan penanaman organ tubuh ini seharusnya tidak mengandung bahaya bagi pendonor, bilamana proses ini dapat diketahui secara medis. Tambahan pula, prosedur ini harus dilaksanakan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Jadi, pendonor menyumbangkan organ tubuh mereka atas dasar keinginan sendiri tanpa ada tekanan dari pihak manapun. |Islamicity.com|Ana Puspita Sari|

back to top