Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Donor organ tubuh menurut Islam

Donor organ tubuh menurut Islam

KoPiAda sebuah ayat di Al-Qur’an yang menyatakan: “Barangsiapa yang menyelamatkan satu kehidupan sama saja orang tersebut telah menyelamatkan kehidupan semua orang,”

Mungkin tidak ada cara yang lebih baik untuk mengimplementasikan konsep ini selain dengan cara menanamkan organ yang didonasikan untuk mengganti organ yang gagal berfungsi. Akan tetapi, pada dasarnya, cara demikian ini dapat dilaksanakan setelah mengalami beberapa pertimbangan dari hukum islam.

Menyakiti tubuh manusia, baik itu manusia yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal itu dilarang dalam islam. Aturan inilah yang menjadi dasar tidak diizinkannya tindakan menggores tubuh pendonor hidup maupun pendonor yang sudah meninggal untuk kemudian organ tubuhnya diambil dan disumbangkan.

Lebih lanjut, aturan ini juga tidak mengamini dua aturan hukum yang telah ditetapkan untuk mengatasi kebuntuan ini. Dua hukum tersebut adalah “kebutuhan itu membatalkan larangan” dan “pilihlah satu hal yang tingkat ‘jahat’nya lebih rendah dari dua hal yang jahat jika kedua hal tersebut tak dapat dihindari”.

Setelah mengacu pada dua aturan tersebut, karena menyelamatkan sebuah kehidupan adalah sebuah kebutuhan yang harus lebih diutamakan daripada mempertahankan keutuhan tubuh pendonor ataupun tubuh orang yang meninggal dan karena melukai tubuh pendonor dinilai tidak lebih jahat dibanding dengan membiarkan seorang pasien meninggal, maka prosedur donor dan penanaman organ tubuh kemudian diperbolehkan.

Tindakan donor dan penanaman organ tubuh ini seharusnya tidak mengandung bahaya bagi pendonor, bilamana proses ini dapat diketahui secara medis. Tambahan pula, prosedur ini harus dilaksanakan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Jadi, pendonor menyumbangkan organ tubuh mereka atas dasar keinginan sendiri tanpa ada tekanan dari pihak manapun. |Islamicity.com|Ana Puspita Sari|

back to top