Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Di masa depan, smartphone dapat memperbaiki diri sendiri

Di masa depan, smartphone dapat memperbaiki diri sendiri
KoPi | Apa yang akan Anda lakukan jika layar smartphone Anda pecah? Membuangnya dan menggantinya dengan baru? Di masa depan hal tersebut tidak lagi jadi masalah, karena di masa depan akan ada smartphone yang bisa memperbaiki diri sendiri!
 

Fisikawan asal Perancis, Ludwik Leibler memenangi penghargaan Inventor Award dari European Patent Office 2015. Penemuannya adalah sebuah materi polymer baru, yang disebut vitrimers. Materi tersebut memiliki karakteristik seperti kaca dan mampu memperbaiki diri sendiri berkali-kali.

Lebiler menemukan teknologi ini ketika ia mengkombinasikan dua material berbeda dalam satu zat "supramolecular". Ikatan molekular zat tersebut tidak lagi permanen, namun memiliki keseimbangan dinamis. Ini sebabnya vitrimers sangat kokoh sekaligus mudah dibentuk. Karakteristik tersebut memudahkan vitrimers berubah-ubah dari benda padat menjadi benda lunak ketika suhunya berubah. Dengan kata lain, plastik jenis baru ini bisa memperbaiki diri sendiri.

Dengan plastik yang mampu memperbaiki diri sendiri ini, masalah seperti layar retak pada smartphone dan tablet akan jadi istilah masa lalu. Meski demikian, hal itu nampaknya masih butuh waktu lama. Masih belum dijelaskan kapan vitrimers dapat diaplikasikan pada produk-produk saat ini.

"Kami pikir aplikasi pertama vitrimer dilakukan pada transportasi, seperti mobil dan pesawat," ujar Leibler.

Sebenarnya ini bukan pertama kali ada teknologi yang memiliki kemampuan menyelamatkan diri sendiri. Desember tahun lalu, Apple mematenkan sebuah teknologi yang dapat mendeteksi ketika sebuah perangkat jatuh, dan mampu menggeser pusat massanya sehingga meminimalisir kerusakan. Pada Juli 2014 Apple juga memenangi paten atas kaca yang tidak akan pecah ataupun tergores meski terkena benda tajam. | CNN, Huffington Post

back to top