Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Di masa depan, smartphone dapat memperbaiki diri sendiri

Di masa depan, smartphone dapat memperbaiki diri sendiri
KoPi | Apa yang akan Anda lakukan jika layar smartphone Anda pecah? Membuangnya dan menggantinya dengan baru? Di masa depan hal tersebut tidak lagi jadi masalah, karena di masa depan akan ada smartphone yang bisa memperbaiki diri sendiri!
 

Fisikawan asal Perancis, Ludwik Leibler memenangi penghargaan Inventor Award dari European Patent Office 2015. Penemuannya adalah sebuah materi polymer baru, yang disebut vitrimers. Materi tersebut memiliki karakteristik seperti kaca dan mampu memperbaiki diri sendiri berkali-kali.

Lebiler menemukan teknologi ini ketika ia mengkombinasikan dua material berbeda dalam satu zat "supramolecular". Ikatan molekular zat tersebut tidak lagi permanen, namun memiliki keseimbangan dinamis. Ini sebabnya vitrimers sangat kokoh sekaligus mudah dibentuk. Karakteristik tersebut memudahkan vitrimers berubah-ubah dari benda padat menjadi benda lunak ketika suhunya berubah. Dengan kata lain, plastik jenis baru ini bisa memperbaiki diri sendiri.

Dengan plastik yang mampu memperbaiki diri sendiri ini, masalah seperti layar retak pada smartphone dan tablet akan jadi istilah masa lalu. Meski demikian, hal itu nampaknya masih butuh waktu lama. Masih belum dijelaskan kapan vitrimers dapat diaplikasikan pada produk-produk saat ini.

"Kami pikir aplikasi pertama vitrimer dilakukan pada transportasi, seperti mobil dan pesawat," ujar Leibler.

Sebenarnya ini bukan pertama kali ada teknologi yang memiliki kemampuan menyelamatkan diri sendiri. Desember tahun lalu, Apple mematenkan sebuah teknologi yang dapat mendeteksi ketika sebuah perangkat jatuh, dan mampu menggeser pusat massanya sehingga meminimalisir kerusakan. Pada Juli 2014 Apple juga memenangi paten atas kaca yang tidak akan pecah ataupun tergores meski terkena benda tajam. | CNN, Huffington Post

back to top