Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Di masa depan, robot pribadi akan gantikan smartphone

Di masa depan, robot pribadi akan gantikan smartphone YouTube
KoPi| Di masa mendatang nanti, membawa-bawa smartphone tidak akan lagi menjadi tren. Orang-orang akan membawa robot pribadi yang multi-fungsi sebagai ganti smartphone.
 

Itulah yang diramalkan Tomotaka Takahashi, CEO perusahaan robot Robo Garage sekaligus profesor riset di University of Tokyo. Ia berencana menciptakan pocket robot, robot kecil yang dapat dimasukkan ke kantong saku.

Robot tersebut akan tersambung pada jaringan internet, dan mampu mengumpulkan data berdasarkan perilaku online dan offline pemiliknya. Nantinya data tersebut akan digunakan si robot untuk lebih “mengenal” si pemilik.

“Teknologi smartphone sudah mentok. Hanya ada sedikit aktivitas yang bisa dilakukan seseorang dengan terpaku pada layar. Teknologi pengenal suara pada smartphone juga tidak dipakai secara luas,” ungkapnya .

“Kita bisa berbicara pada hewan peliharaan kita, seperti kucing, anjing, kura-kura, atau ikan, tapi kita tidak bisa berbicara pada layar kotak di genggaman kita,” tambahnya. Ia meyakini gadget pintar saja tidak cukup, tapi harus “hidup”. Karena itu ia berpendapat “wearable technology” seperti Google Glass dan Apple Watch tidak akan bertahan lama.

“10 tahun lagi mayoritas orang akan membawa robot kecil. Manusia adalah makhluk sosial, 10 tahun lagi mereka akan bersosialisasi secara langsung pada robot mereka,” jelasnya.

Ia mencontohkan, suatu saat orang akan langsung berbicara pada robot mereka untuk berbagi foto melalui Instagram atau berkomentar di Twitter. Robot itu juga akan mengingat semua pengalaman yang dibagikan pemiliknya bahkan hingga bertahun-tahun kemudian, dan membangun hubungan yang kuat seperti teman.

Namun sampai saat ini Takahashi belum bersedia memperlihatkan prototipe robot yang ia buat. Sebelumnya Takahashi juga mendesain berbagai robot yang sudah banyak beredar di Jepang. Misalnya, Kirobo, robot kecil yang dikirim ke misi luar angkasa bersama astronot Jepang pada 2013 lalu. Ada juga Robi, robot kecil yang mempu berjalan, menari, menyalakan TV, dan mengekspresikan perasaannya melalui warna lampu di mata. Robi sudah dijual secara luas di Jepang sejak 2012 lalu. Takahashi juga pernah mendesain Evolta, robot kecil yang didesain untuk memanjat Grand Canyon di Amerika, triatlhon, dan mengikuti kejuaraan balap sepeda Le Mans, Prancis. |World Post|

back to top