Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Di masa depan, robot pribadi akan gantikan smartphone

Di masa depan, robot pribadi akan gantikan smartphone YouTube
KoPi| Di masa mendatang nanti, membawa-bawa smartphone tidak akan lagi menjadi tren. Orang-orang akan membawa robot pribadi yang multi-fungsi sebagai ganti smartphone.
 

Itulah yang diramalkan Tomotaka Takahashi, CEO perusahaan robot Robo Garage sekaligus profesor riset di University of Tokyo. Ia berencana menciptakan pocket robot, robot kecil yang dapat dimasukkan ke kantong saku.

Robot tersebut akan tersambung pada jaringan internet, dan mampu mengumpulkan data berdasarkan perilaku online dan offline pemiliknya. Nantinya data tersebut akan digunakan si robot untuk lebih “mengenal” si pemilik.

“Teknologi smartphone sudah mentok. Hanya ada sedikit aktivitas yang bisa dilakukan seseorang dengan terpaku pada layar. Teknologi pengenal suara pada smartphone juga tidak dipakai secara luas,” ungkapnya .

“Kita bisa berbicara pada hewan peliharaan kita, seperti kucing, anjing, kura-kura, atau ikan, tapi kita tidak bisa berbicara pada layar kotak di genggaman kita,” tambahnya. Ia meyakini gadget pintar saja tidak cukup, tapi harus “hidup”. Karena itu ia berpendapat “wearable technology” seperti Google Glass dan Apple Watch tidak akan bertahan lama.

“10 tahun lagi mayoritas orang akan membawa robot kecil. Manusia adalah makhluk sosial, 10 tahun lagi mereka akan bersosialisasi secara langsung pada robot mereka,” jelasnya.

Ia mencontohkan, suatu saat orang akan langsung berbicara pada robot mereka untuk berbagi foto melalui Instagram atau berkomentar di Twitter. Robot itu juga akan mengingat semua pengalaman yang dibagikan pemiliknya bahkan hingga bertahun-tahun kemudian, dan membangun hubungan yang kuat seperti teman.

Namun sampai saat ini Takahashi belum bersedia memperlihatkan prototipe robot yang ia buat. Sebelumnya Takahashi juga mendesain berbagai robot yang sudah banyak beredar di Jepang. Misalnya, Kirobo, robot kecil yang dikirim ke misi luar angkasa bersama astronot Jepang pada 2013 lalu. Ada juga Robi, robot kecil yang mempu berjalan, menari, menyalakan TV, dan mengekspresikan perasaannya melalui warna lampu di mata. Robi sudah dijual secara luas di Jepang sejak 2012 lalu. Takahashi juga pernah mendesain Evolta, robot kecil yang didesain untuk memanjat Grand Canyon di Amerika, triatlhon, dan mengikuti kejuaraan balap sepeda Le Mans, Prancis. |World Post|

back to top