Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Di masa depan, robot pribadi akan gantikan smartphone

Di masa depan, robot pribadi akan gantikan smartphone YouTube
KoPi| Di masa mendatang nanti, membawa-bawa smartphone tidak akan lagi menjadi tren. Orang-orang akan membawa robot pribadi yang multi-fungsi sebagai ganti smartphone.
 

Itulah yang diramalkan Tomotaka Takahashi, CEO perusahaan robot Robo Garage sekaligus profesor riset di University of Tokyo. Ia berencana menciptakan pocket robot, robot kecil yang dapat dimasukkan ke kantong saku.

Robot tersebut akan tersambung pada jaringan internet, dan mampu mengumpulkan data berdasarkan perilaku online dan offline pemiliknya. Nantinya data tersebut akan digunakan si robot untuk lebih “mengenal” si pemilik.

“Teknologi smartphone sudah mentok. Hanya ada sedikit aktivitas yang bisa dilakukan seseorang dengan terpaku pada layar. Teknologi pengenal suara pada smartphone juga tidak dipakai secara luas,” ungkapnya .

“Kita bisa berbicara pada hewan peliharaan kita, seperti kucing, anjing, kura-kura, atau ikan, tapi kita tidak bisa berbicara pada layar kotak di genggaman kita,” tambahnya. Ia meyakini gadget pintar saja tidak cukup, tapi harus “hidup”. Karena itu ia berpendapat “wearable technology” seperti Google Glass dan Apple Watch tidak akan bertahan lama.

“10 tahun lagi mayoritas orang akan membawa robot kecil. Manusia adalah makhluk sosial, 10 tahun lagi mereka akan bersosialisasi secara langsung pada robot mereka,” jelasnya.

Ia mencontohkan, suatu saat orang akan langsung berbicara pada robot mereka untuk berbagi foto melalui Instagram atau berkomentar di Twitter. Robot itu juga akan mengingat semua pengalaman yang dibagikan pemiliknya bahkan hingga bertahun-tahun kemudian, dan membangun hubungan yang kuat seperti teman.

Namun sampai saat ini Takahashi belum bersedia memperlihatkan prototipe robot yang ia buat. Sebelumnya Takahashi juga mendesain berbagai robot yang sudah banyak beredar di Jepang. Misalnya, Kirobo, robot kecil yang dikirim ke misi luar angkasa bersama astronot Jepang pada 2013 lalu. Ada juga Robi, robot kecil yang mempu berjalan, menari, menyalakan TV, dan mengekspresikan perasaannya melalui warna lampu di mata. Robi sudah dijual secara luas di Jepang sejak 2012 lalu. Takahashi juga pernah mendesain Evolta, robot kecil yang didesain untuk memanjat Grand Canyon di Amerika, triatlhon, dan mengikuti kejuaraan balap sepeda Le Mans, Prancis. |World Post|

back to top