Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Di masa depan, hp-mu bisa deteksi kapan kita tertular penyakit

Di masa depan, hp-mu bisa deteksi kapan kita tertular penyakit
KoPi| Smartphone telah menjadi bagian dari hidup kita. Bahkan, sekarang timbul masalah baru karena semua gerak-gerik kita bisa terlacak melalui perangkat pintar tersebut. Kecanggihan smartphone dalam melacak gerak-gerik kita ternyata tidak hanya bisa digunakan untuk memata-matai, namun juga untuk mendeteksi penyakit.
 

Dr. Allison Aiello, ahli penyakit epidemik dari University of North Carolina, baru-baru ini mempublikasikan penelitian yang menunjukkan bahwa data smartphone dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang yang terkena flu. Di negara-negara sub-tropis, penyakit flu menjadi penyakit mematikan dan membunuh ribuan orang setiap tahun.

Seperti dilaporkan Huffington Post, pada tahun 2013, Aiello memberikan smartphone pada 103 mahasiswa di enam asrama di University of Michigan. Smartphone tersebut dilengkapi aplikasi yang mampu merekam kapan mereka saling berdekatan. Para mahasiswa tersebut juga diminta mengisi survei online tiap minggu untuk melaporkan segala aktivitas kesehatan, interaksi sosial, dan gejala-gejala flu. Mahasiswa yang menderita gejala flu juga akan dites untuk mendeteksi virus di dalam tubuh mereka.

Dengan menggunakan analisa statistik, mereka mampu mengidentifikasi siapa yang melakukan kontak dengan penderita flu. Para peneliti juga mampu memonitor berapa lama waktu yang diperlukan seseorang untuk sembuh dari flu. |Huffington Post|

back to top