Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Di Jerman ada robot bunuh manusia

Di Jerman ada robot bunuh manusia
Sebuah robot yang merupakan alat bantu manusia, malah justru berbalik menyerangnya. Di Jerman, seorang kontraktor mobil Volkswagen tewas dibunuh sebuah robot. Pria naas tersebut tewas seketika.

Juru bicara Volkswagen (VW), Heiko Hilwig seperti dilansir dari The Associated Press mengatakan pria tersebut meninggal di lokasi produksi Baunatal, sekitar 100 kilometer arah utara Frankfurt.

Perusahaan VW memang dikenal sebagai perusahaan yang memanfaatkan bantuan robot untuk mengganti beberapa pekerjaan manusia. seperti merakit dan membuat mobil mereka.

Hillwig tidak menyebutkan nama pria yang berusia 22 tahun. Namun korban tersebut merupakan bagian dari tim yang mengoperasikan robot di perusahaan otomotif tersebut. Sang robot menarik korban dengan paksa dan meremuknya dengan melemparnya ke sebuah plat metal.

Hillwig mengatakan penyebab insiden tersebut adalah adanya human error. Karena robot tersebut diprogram untuk melakkan proses perakitan. Menurutnya biasanya robot tersebut beroperasi dalam area terbatas di pabrik dan dikendalikan sepenuhnya.

Bahkan menurutnya saat kejadian kontraktor lain berada di lokasi yang sama dengan korban tersebut. Namun tidak mengalami peristowa mengirakan tersebut.
Sampai saat ini insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kejaksaan sendiri masih belum mengungkapkan akankah membawa insiden ini sampai ke meja hijau.

Kendati demikian, kepada siapa kasus ini akan disalahkan. Robot? Atau pihak VW? | Labibah

back to top