Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Di Jerman ada robot bunuh manusia

Di Jerman ada robot bunuh manusia
Sebuah robot yang merupakan alat bantu manusia, malah justru berbalik menyerangnya. Di Jerman, seorang kontraktor mobil Volkswagen tewas dibunuh sebuah robot. Pria naas tersebut tewas seketika.

Juru bicara Volkswagen (VW), Heiko Hilwig seperti dilansir dari The Associated Press mengatakan pria tersebut meninggal di lokasi produksi Baunatal, sekitar 100 kilometer arah utara Frankfurt.

Perusahaan VW memang dikenal sebagai perusahaan yang memanfaatkan bantuan robot untuk mengganti beberapa pekerjaan manusia. seperti merakit dan membuat mobil mereka.

Hillwig tidak menyebutkan nama pria yang berusia 22 tahun. Namun korban tersebut merupakan bagian dari tim yang mengoperasikan robot di perusahaan otomotif tersebut. Sang robot menarik korban dengan paksa dan meremuknya dengan melemparnya ke sebuah plat metal.

Hillwig mengatakan penyebab insiden tersebut adalah adanya human error. Karena robot tersebut diprogram untuk melakkan proses perakitan. Menurutnya biasanya robot tersebut beroperasi dalam area terbatas di pabrik dan dikendalikan sepenuhnya.

Bahkan menurutnya saat kejadian kontraktor lain berada di lokasi yang sama dengan korban tersebut. Namun tidak mengalami peristowa mengirakan tersebut.
Sampai saat ini insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kejaksaan sendiri masih belum mengungkapkan akankah membawa insiden ini sampai ke meja hijau.

Kendati demikian, kepada siapa kasus ini akan disalahkan. Robot? Atau pihak VW? | Labibah

back to top