Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Bayangkan jika manusia lenyap dari muka bumi...

Bayangkan jika manusia lenyap dari muka bumi...
KoPi| Manusia telah menjadi makhluk paling berkuasa di planet ini. Tapi, pernah membayangkan apa yang terjadi apabila manusia lenyap dari permukaan bumi? Sebuah video di Youtube dapat menerangkannya secara ilmiah.
 

Sebuah channel ilmu pengetahuan di Youtube, AsapSCIENCE, membuat sebuah video ilustrasi tentang apa yang terjadi jika manusia menghilang sementara teknologi mereka masih utuh. Video tersebut menyebutkan dalam beberapa minggu listrik akan padan mkarena kehabisan bahan bakar. Hewan peliharaan dan ternak akan terkena imbasnya pertama kali. 

Tanpa ada manusia yang memberi makan, 1,5 miliar sapi, 1 miliar babi, dan 20 miliar ayam akan kabur dari kandangnya untuk mencari makan. Mereka akan kelaparan atau menjadi makanan bagi anjing dan kucing yang tidak lagi punya tuan. Namun, anjing dan kucing juga harus berkompetisi dengan sepupu jauh mereka, seperti serigala dan harimau.

Selain itu, hewan lain yang bergantung pada kehidupan manusia seperti kecoa dan tikus juga akan berkurang populasinya.

Gambaran mengenai gedung-gedung yang dirambati tanaman liar dan lumut memang benar adanya. Lebih parah, benda-benda dari besi jembatan, mobil, dan gedung akan berkarat dan hancur karena usia. 

Setelah beberapa ratus tahun, populasi hewan-hewan yang terancam punah di seluruh dunia akan kembali seperti pada saat manusia belum berevolusi. Namun AsapSCIENCE menyebutkan distribusi satwa tersebut mungkin akan berubah drastis. Hal itu karena banyak hewan yang berpindah dari habitat aslinya dan ditempatkan di kebun binatang atau taman safari. Bisa jadi akan ada populasi unta yang hidup di Australia, kawanan singa di Amerika Selatan, atau kuda nil hidup di sungai-sungai Asia.

Satu-satunya yang utuh dari peninggalan manusia adalah sampah-sampah plastik dan karet vulkanik. Sampah-sampah tersebut akan hanyut sampai ke laut dan setelah berribu-ribu tahun menjadi sedimen di dasar laut. Jika suatu saat ada peradaban alien dari luar angkasa yang menemukan planet bumi, mungkin mereka akan bertanya-tanya mengapa manusia begitu cinta pada plastik.| Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=guh7i7tHeZk

back to top