Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Bapak pendiri video game berpulang

Bapak pendiri video game berpulang
KoPi. Siapa yang menyangka permainan video game yang saat ini sangat canggih dulu hanya dimulai dari sebuah panel cahaya di televisi. Dan kini, para penggemar video game harus berterima kasih pada Ralph Baer, insinyur eletronik yang menjadi pendiri video game. Baer meninggal dunia Sabtu (6/12) lalu pada usia 92 tahun.
 

Raph Rudolf Heinrich Baer adalah insinyur elektronik kelahiran Jerman, yang kemudian pindah ke Amerika untuk menghindari Nazi. Baer dikenal sebagai jenius yang mampu menciptakan berbagai inovasi baru melalui teknologi yang sudah ada.

Sejak tahun 1950-an, Baer sudah berangan-angan mengenai kemungkinan untuk mengembangkan permainan di media televisi. Pada tahun 1966, Baer merumuskan sebuah konsep kotak permainan elektronik dalam sebuah catatan sepanjang empat halaman. Dalam catatan tersebut ia bahkan memprediksi berbagai macam jenis genre permainan yang akan muncul di masa depan, seperti action, sports, dan edukasi. Ia membayangkan orang-orang menciptakan karya seni di layar televisi mereka.

Baer secara serius menggarap peralatan game elektronik yang bisa ditampilkan di layar televisi. Waktu itu, ia menjabat sebagai kepala insinyur yang membawahi delapan departemen design di Sanders Associates, kontraktor militer yang kelak menjadi bagian dari perusahaan Lockheed Martin Aerospace. Hasilnya, ia menciptakan sebuah prototipe yang diberi nama Brown Box.

Baer memutuskan bahwa handheld controller merupakan alat yang paling tepat untuk mengontrol permainan video game. Berkat Baer-lah semua konsol game, dari generasi pertama hingga yang paling mutakhir seperti Playstation dan X-Box, menggunakan joystick sebagai alat kontrol. Baer juga yang pertama kali.

Brown Box kemudian dilisensi oleh perusahaan Magnavox. Magnavox tidak berhasil mengembangkan bisnis video game. Namun, Magnavox menjadi konsol video game pertama untuk rumah, dan penemuan Baer menjadi dasar bagi industri video game ke depan. Lubang industri game yang ditinggalkan Magnavox kemudian diisi oleh perusahaan seperti Atari. Berdasarkan desain yang dibuat Baer, Atari kemudian meluncurkan game Pong, yang menjadi kesuksesan Atari di industri video game arcade.

Meski demikian, Baer bukanlah penemu pertama video game. Orang yang pertama kali menemukan video game adalah William Higinbotham. Namun, Baer-lah yang membangun pndasi dasar teknologi dan industri video game hingga seperti sekarang.

Selain itu, Baer tidak pernah menjadi tokoh ikonik semacam Nolan Bushnell (pendiri Atari), Steve Jobs (Apple), dan Bill Gates (Microsoft). Meski demikian, Baer tidak pernah berhenti berinovasi. Ia menciptakan berbagai alat dan permainan yang mengagumkan, seperti Teddy Bear dan speedometer yang bisa berbicara, serta sistem audio untuk buku interaktif anak-anak. Ia juga memiliki puluhan hak paten atas berbagai teknologi terkait elektronika, game, dan peralatan audio visual.

Kematian Baer merupakan kehilangan besar bagi dunia video game. Tokoh-tokoh, studio, pengembang, dan kritikus yang berkecimpung industri game dunia seperti memuji Baer dan mengungkapkan terima kasih mereka atas apa yang telah Baer sumbangkan pada dunia.

Sumber: The Guardian, IGN

 

back to top