Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bapak pendiri video game berpulang

Bapak pendiri video game berpulang
KoPi. Siapa yang menyangka permainan video game yang saat ini sangat canggih dulu hanya dimulai dari sebuah panel cahaya di televisi. Dan kini, para penggemar video game harus berterima kasih pada Ralph Baer, insinyur eletronik yang menjadi pendiri video game. Baer meninggal dunia Sabtu (6/12) lalu pada usia 92 tahun.
 

Raph Rudolf Heinrich Baer adalah insinyur elektronik kelahiran Jerman, yang kemudian pindah ke Amerika untuk menghindari Nazi. Baer dikenal sebagai jenius yang mampu menciptakan berbagai inovasi baru melalui teknologi yang sudah ada.

Sejak tahun 1950-an, Baer sudah berangan-angan mengenai kemungkinan untuk mengembangkan permainan di media televisi. Pada tahun 1966, Baer merumuskan sebuah konsep kotak permainan elektronik dalam sebuah catatan sepanjang empat halaman. Dalam catatan tersebut ia bahkan memprediksi berbagai macam jenis genre permainan yang akan muncul di masa depan, seperti action, sports, dan edukasi. Ia membayangkan orang-orang menciptakan karya seni di layar televisi mereka.

Baer secara serius menggarap peralatan game elektronik yang bisa ditampilkan di layar televisi. Waktu itu, ia menjabat sebagai kepala insinyur yang membawahi delapan departemen design di Sanders Associates, kontraktor militer yang kelak menjadi bagian dari perusahaan Lockheed Martin Aerospace. Hasilnya, ia menciptakan sebuah prototipe yang diberi nama Brown Box.

Baer memutuskan bahwa handheld controller merupakan alat yang paling tepat untuk mengontrol permainan video game. Berkat Baer-lah semua konsol game, dari generasi pertama hingga yang paling mutakhir seperti Playstation dan X-Box, menggunakan joystick sebagai alat kontrol. Baer juga yang pertama kali.

Brown Box kemudian dilisensi oleh perusahaan Magnavox. Magnavox tidak berhasil mengembangkan bisnis video game. Namun, Magnavox menjadi konsol video game pertama untuk rumah, dan penemuan Baer menjadi dasar bagi industri video game ke depan. Lubang industri game yang ditinggalkan Magnavox kemudian diisi oleh perusahaan seperti Atari. Berdasarkan desain yang dibuat Baer, Atari kemudian meluncurkan game Pong, yang menjadi kesuksesan Atari di industri video game arcade.

Meski demikian, Baer bukanlah penemu pertama video game. Orang yang pertama kali menemukan video game adalah William Higinbotham. Namun, Baer-lah yang membangun pndasi dasar teknologi dan industri video game hingga seperti sekarang.

Selain itu, Baer tidak pernah menjadi tokoh ikonik semacam Nolan Bushnell (pendiri Atari), Steve Jobs (Apple), dan Bill Gates (Microsoft). Meski demikian, Baer tidak pernah berhenti berinovasi. Ia menciptakan berbagai alat dan permainan yang mengagumkan, seperti Teddy Bear dan speedometer yang bisa berbicara, serta sistem audio untuk buku interaktif anak-anak. Ia juga memiliki puluhan hak paten atas berbagai teknologi terkait elektronika, game, dan peralatan audio visual.

Kematian Baer merupakan kehilangan besar bagi dunia video game. Tokoh-tokoh, studio, pengembang, dan kritikus yang berkecimpung industri game dunia seperti memuji Baer dan mengungkapkan terima kasih mereka atas apa yang telah Baer sumbangkan pada dunia.

Sumber: The Guardian, IGN

 

back to top