Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

KoPi, Badai matahari meluncur dengan cepat ke bumi kita dengan membawa milyaran ton material dengan kecepatan 2 juta mil per jam sekarang sedang menghantam atmosfir bumi, Pusat Prediksi Cuaca Angkasa NOAA mengatakan kepada ABC news.

Prediksi 24 jam ke depan mengatakan bahwa badai geomagnetit yang besar bisa menyebabkan kerusakan pada navigasi dan komunikasi satelit-satelit, sinyal radio pada kapal-kapal dan pesawat-pesawat di daerah kutub bisa terputus, dan mungkin juga bisa merusak navigasi sistem GPS dan radio setelit. Penerbangan telah menghindari rute yang melewati kutub untuk menjaga para penumpang dan crew dari radiasi tingkat tinggi.

Planet kita masih memiliki hutan. Daerah “Matahari” dimana badai telah terjadi 48 jam lalu masih tetap bisa menjadi berbahaya untuk minggu-minggu selanjutnya kecuali badai tersebut berotasi menjauh dari bumi, kata Joe Kunches, peneliti angkasa NOAA.

Daerah kutub adalah daerah yang paling dipengaruhi oleh badai matahari, Kunches mengatakan seandainya badai ini terjadi minggu lalu, mungkin usaha penyelamatan para peneliti yang kapalnya terjepit di bebatuan es tidak akan bisa dilakukan.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Abcnews

 

back to top