Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

KoPi, Badai matahari meluncur dengan cepat ke bumi kita dengan membawa milyaran ton material dengan kecepatan 2 juta mil per jam sekarang sedang menghantam atmosfir bumi, Pusat Prediksi Cuaca Angkasa NOAA mengatakan kepada ABC news.

Prediksi 24 jam ke depan mengatakan bahwa badai geomagnetit yang besar bisa menyebabkan kerusakan pada navigasi dan komunikasi satelit-satelit, sinyal radio pada kapal-kapal dan pesawat-pesawat di daerah kutub bisa terputus, dan mungkin juga bisa merusak navigasi sistem GPS dan radio setelit. Penerbangan telah menghindari rute yang melewati kutub untuk menjaga para penumpang dan crew dari radiasi tingkat tinggi.

Planet kita masih memiliki hutan. Daerah “Matahari” dimana badai telah terjadi 48 jam lalu masih tetap bisa menjadi berbahaya untuk minggu-minggu selanjutnya kecuali badai tersebut berotasi menjauh dari bumi, kata Joe Kunches, peneliti angkasa NOAA.

Daerah kutub adalah daerah yang paling dipengaruhi oleh badai matahari, Kunches mengatakan seandainya badai ini terjadi minggu lalu, mungkin usaha penyelamatan para peneliti yang kapalnya terjepit di bebatuan es tidak akan bisa dilakukan.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Abcnews

 

back to top