Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Astronom Australia meneliti bintang mati

Astronom Australia meneliti bintang mati

Australia-KoPi- Para astronom menggunakan radio di Australia dan Chili untuk melihat ke dalam sisa-sisa supernova. Peneliti menjelaskan hal itu dilakukan guna penyelidikan forensik atas matinya sebuah bintang. 

Supernova pertama kali diamati di belahan bumi bagian selatan pada tahun 1987 ketika sebuah bintang besar meledak di tepi sebuah galaksi yang disebut sebagai Large Magellanic Cloud. Sejak saat itu sisa-sisa Supernova 1987 telah diteliti oleh para peneliti di seluruh dunia.

Calon, PhD Giovanna Zenardo dari Universitas Australia Barat memimpin sebuah tim yang menggunakan Atacama Large Milimetre/submilimetre Array di Gurun Atacama, Chili dan Australia Telescope Company Array di New South Wales untuk mengamati sisa-sisa ledakan bintang tersebut.

“Kami sudah bisa membedakkan radiasi yang dipancarkan oleh perluasan gelombang kejut supernova dari radiasi yang disebabkan oleh bentukan debu di sisa-sisa supernova,” kata Zanardo.

“Artinya kita tidak dapat memisahkan berbagai jenis emisi yang kita lihat dan mencari tanda-tanda dari objek baru yang mungkin telah terbentuk ketika inti bintang hancur.” Pengamatan yang diperiksa oleh para peneliti menunjukkan tanda-tanda sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya di pusat bintang yang tersisa. 

“Hal itu sangat menakjubkan, dengan menggunakan teleskop besar seperti ALMA dan ATCA yang telah di-upgrade, kita dapat melihat melalui puing-puing bintang yang meledak tersebut dan melihat apa yang tersembunyi di pusat sisa-sisa bintang tersebut,” kata Zanardo.|news.com.au|Deby Rahmayanti|

back to top