Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Arkeolog temukan makanan favorit gladiator!

Arkeolog temukan makanan favorit gladiator!
Jika kita bicara mengenai gladiator, pasti terbayang di benak kita petarung-petarung bengis pada masa Romawi. Image itu tentu kita dapat dari film-film gladiator. Di film itu, biasanya gladiator sering digambarkan memakan banyak daging dan minum alkohol. Namun, ternyata diet para gladiator sesungguhnya jauh dari itu.

Analisa dari tulang para gladiator menunjukkan bahwa diet mereka lebih banyak pada sayuran. Selain itu, mereka diketahui meminum ramuan khusus yang terbuat dari abu. Mengapa mereka makan abu?

“Para gladiator mengkonsumsi abu tanaman untuk memperkuat badan mereka setelah melakukan pekerjaan fisik dan membantu mempercepat pemulihan tulang yang patah,” kata Dr. Fabian Kanz, pengajar di Departemen Kesehatan Forensik di Medical University of Vienna, Austria.

“Mereka juga membutuhkan asupan magnesium dan kalsium seperti kita saat ini, hanya saja kita mengasupnya dari minuman efervesen,” tambah Kanz.

Kanz bersama rekannya, Prof. Karl Grossschmidt, mempelajari sisa-sisa kolagen dan mineral dari kuburan massal para gladiator di Ephesus, Turki. Kuburan tersebut menyimpan tulang belulang dari 68 gladiator pria dan wanita, yang semuanya berusia di bawah 30 tahun.

Mereka menemukan bahwa para gladiator hanya diperbolehkan berpesta sehari menjelang bertanding. Mereka hanya makan sayuran dan biji-bijian, seperti barley dan kacang polong, yang kemudian digelontor dengan minuman yang terbuat dari cuka dan abu. Makanan tersebut dapat mengurangi air liur yang bisa menyebabkan karies gigi.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

Sumber: BBC

 

back to top