Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Arkeolog temukan makanan favorit gladiator!

Arkeolog temukan makanan favorit gladiator!
Jika kita bicara mengenai gladiator, pasti terbayang di benak kita petarung-petarung bengis pada masa Romawi. Image itu tentu kita dapat dari film-film gladiator. Di film itu, biasanya gladiator sering digambarkan memakan banyak daging dan minum alkohol. Namun, ternyata diet para gladiator sesungguhnya jauh dari itu.

Analisa dari tulang para gladiator menunjukkan bahwa diet mereka lebih banyak pada sayuran. Selain itu, mereka diketahui meminum ramuan khusus yang terbuat dari abu. Mengapa mereka makan abu?

“Para gladiator mengkonsumsi abu tanaman untuk memperkuat badan mereka setelah melakukan pekerjaan fisik dan membantu mempercepat pemulihan tulang yang patah,” kata Dr. Fabian Kanz, pengajar di Departemen Kesehatan Forensik di Medical University of Vienna, Austria.

“Mereka juga membutuhkan asupan magnesium dan kalsium seperti kita saat ini, hanya saja kita mengasupnya dari minuman efervesen,” tambah Kanz.

Kanz bersama rekannya, Prof. Karl Grossschmidt, mempelajari sisa-sisa kolagen dan mineral dari kuburan massal para gladiator di Ephesus, Turki. Kuburan tersebut menyimpan tulang belulang dari 68 gladiator pria dan wanita, yang semuanya berusia di bawah 30 tahun.

Mereka menemukan bahwa para gladiator hanya diperbolehkan berpesta sehari menjelang bertanding. Mereka hanya makan sayuran dan biji-bijian, seperti barley dan kacang polong, yang kemudian digelontor dengan minuman yang terbuat dari cuka dan abu. Makanan tersebut dapat mengurangi air liur yang bisa menyebabkan karies gigi.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

Sumber: BBC

 

back to top