Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

10 Ilmuwan Muslim yang mengubah dunia

www.chemheritage.org www.chemheritage.org

KoPi| Tidak cuma Dunia Barat yang berhasil menemukan penemuan-penemuan penting. ilmuwan-ilmuwan Muslim jauh sebelumnya ketika bangsa eropa masih dalam masa kegelapan, para ilmuwan Muslim telah telah banyak menyumbang bagi peradaban dunia melalui berbagai penemuan sains mereka.

Penemuan-penemuan penting itu masih banyak digunakan di zaman modern ini. Selain itu, banyak ilmuan Barat yang menggunakan penemuan dari ilmuan Muslim sebagai landasan penemuan-penemuan penting selanjutnya. Berikut 10 ilmuan Muslim yang berperan penting dalam mengubah dunia.

1. Jabir ibnu Hayyan

Abu Musa Jabir ibnu Hayyan (721-815) atau yang biasa dikenal sebagai Jabir ibnu Hayyan merupakan seorang ahli kimia. Ia merupakan penemu sejumlah perlengkapan alat laboratorium modern, sistem penyulingan air, identifiakasi alkali, asam, garam, mengolah asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air raksa (jauh sebelum Mary Mercurie) serta membuat campuran untuk cat. Ia berhasil mengklasifikasikan beragam benda berdasarkan unsur kimia yang menyusunnya. Pengklasifikasian itu terbagi menjadi tiga, yaitu tubuh, nyawa dan akal. Jabir memasukkan unsur emas (Au) dan perak (Ag) dalam kategori tubuh, sedangkan sulfur (S) dan arsenik (As) dalam kategori nyawa. Sementara itu, merkuri (Hg) dan sal amoniak (batu bara dan sari minyak) dimasukkannya dalam kategori akal. Karyanya yang terkenal antara lain, Kitab al-Kimya dan Kitab al-Sab’een.

2. Al Khawarizmi

Muḥammad ibnu Musa al-Khawarizmi (780-850) merupakan seorang ahli dalam bidang matematika, khususnya aljabar, astronomi, geografi, sejarah dan musik. Ia merupakan orang yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini masih digunakan. Selain itu, ia juga menemukan ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tangen, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Al Khawarizmi menulis buku berjudul Algebra, yang kemudian diklarifikasi oleh para sejarawan matematika sebagai dasar-dasar pengetahuan matematika. Ia merupakan orang pertama yang memperkenalkan ilmu aljabar dalam suatu bentuk dasar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena jasanya itu, ia mendapatkan gelar Bapak Ilmu Pengetahuan Aljabar. Karya-karya yang terkenal dari Al Khawarizmi antara lain, Kitab Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah, Kitab al-Jam’a wa-l-tafriq bi-hisab al-Hind dan Kitab Surat Al-Ard.

3. Abbas ibn Firnas

Abbas Abu Al-Qasim Ibn Firnas Ibn Wirdas al-Takurini  (810-887) atau yang lebih dikenal sebagai Abbas Ibn Firnas merupakan seorang ahli kimia dan teknologis. Ia dikenal sebagai orang pertama yang pernah melakukan uji coba penerbangan terkendali. Ibnu Firnas melakukan uji coba terbang pertama dari menara Masjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu. Sayap buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar di udara. Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia. Pada uji coba terbang keduanya, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuag mesin terbang yang mampu membawa manusia. Hal itu membuatnya menjadi peletak dasar konsep pesawat terbang pertama. Salah satu penemuannya yang terbilang amat penting adalah pembuatan kaca silika serta kaca murni tak berwarna. Ibnu Firnas juga dikenal sebagai ilmuwan pertama yang memproduksi kaca dari pasir dan batu-batuan. Leonardo Da Vinci, titengarai banyak terpengaruh oleh Abbas ibn Firnas.

4. Al Battani

Al Battani (858-929) dikenal juga sebagai Albatenius adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan ar-Raqqi al-Harrani as-Sabi al-Battani lahir di Harran, dekat Urfa. Al Battani menemukan sejumlah persamaan trigonometri:

tan a = sin a/cos a

sec a √1+tan2a

Ia juga memecahkan persamaan sin x = a cos x dan menemukan rumus:

dan menggunakan gagasan al-Marwazi tentang tangen dalam mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen, cotangen dan menyusun tabel perhitungan tangen. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

5. Abu Al Zahrawi

Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi (936-1013) atau yang biasa disebut Abu Al Zahrawi, berasal dari Andalusia, merupakan sang penemu gips era Islam. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern. Ia merupakan peletak dasar-dasar ilmu bedah modern. Selain itu, Al Zahrawi merupakan sang penem puluhan alat bedah modern. Karya fenomenal Al Zahrawi yaitu Kitab Al-Tasrif, yang ditulis secara rinci mengenai ilmu bedah, orthopedic, opththalmologi, farmakologi, serta ilmu kedokteran secara umum dan mengenai obat-obatan yang diperlukan ketika proses penyembukan setelah operasi. Ketika mengobati para pasiennya, Al Zalawi tidak meminta bayaran dari para pasiennya. Dia menganggap melakukan pengobatan kepada para pasiennya merupakan bagian dari amal atau sedekah.

6.  Ibnu Al-Haytsam

Abu Ali al-Hasan bin al-Haytsam al-Basri al-Misri (965-1040) merupakan ahli fisika dan matematika terbaik pada abad XI. Al-Haytsam juga tercatat sebagai ahli fisika Muslim pertama. Al-Haytsam sering melakukan berbagai penelitian dan menuliskan hasilnya dalam bentuk kajian. Ia banyak melakukan penelitian mengenai cahaya. Salah satu kajiannya yang cukup terkenal yaitu mengenai lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari, bayang-bayang, dan gerhana. Dalam kitabnya al-Haytsam menuliskan berbagai cara untuk membuat teropong dan juga kamera sederhana (camera obscura). Al-Haytsam juga melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar, yang kemudian menghasilkan Teori Lensa Pembesar. Teori ini digunakan oleh para ilmuwan di Italia untuk membuat kaca pembesar pertama di dunia. Selain itu, ia juga memberikan ilham kepada ahli sains barat dalam menciptakan mikroskop dan teleskop. Kitab-kitab dan makalah yang pernah ia tulis, yaitu Al'Jami' fi Usul al'Hisab, Kitab al-Tahlil wa al'Tarkib, Kitab Tahlil ai'masa^il al 'Adadiyah, Maqalah fi Istikhraj Simat al'Qiblah, M.aqalah fima Tad'u llaih dan Risalah fi Sina'at al-Syi'r.

7. Ibnu Sina

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat. Dia adalah seorang filsuf, ilmuan, dokter dan juga penulis kelahiran Persia. Ia dikenal juga sebagai Bapak Pengobatan Modern. Ibnu Sina dapat mengetahui dengan jelas sistem peredaran darah di dalam tubuh manusia serta beberapa jenis penyakit dan juga cara mengobatinya. Ia merupakan orang pertama yang menggunakan kaidah suntikan menggunakan jarum dan membuat pembedahan. Ibnu Sina dengan cermat mempelajari dan menelaah pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Oleh karena itu, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat Islam yang terkoordinasi dengan rapi. Ia berhasil menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya. Kitab-kitab yang telah ditulis oleh Ibnu Sina antara lain, Al Majmu’, Al Qanun fi al-Tibb, al-Adwiyat al-Qalbiyyah dan Kitab al-Syifa.

8. Umar Khayyam

Ghiyatsuddin Abulfatah 'Umar bin Ibrahim Khayyami Nisyaburi (1048-1131) atau yang dikenal sebagai Umar Khayyam merupakan seorang matematikawan dan astronom yang memperhitungkan bagaimana mengoreksi kalender Persia. Sultan Jalaluddin Maliksyah Saljuqi memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Umar sebagai kalender yang sah di masanya. Selain itu, Umar Khayyam juga terkenal karena menemukan metode pemecahan persamaan kubik dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran. Ia dengan akurat mengoreksi panjang tahun dalam hitungan hari, yaitu mengukur panjang satu tahun menjadi 365,24219858156 hari.

9.  Ibnu Zuhr

Abu Marwan Abdal-Malik Ibnu Zuhr (1094-1162) atau yang biasa dipanggil Ibnu Zuhr kerap dijuluki sebagai Bapak Ilmu Bedah Eksperimental, yang terlahir di Seville, Spanyol, pada tahun 1091 M. Dia dikenal sebagai dokter, apoteker, ahli bedah, sarjana Islam dan seorang guru. Dia sangat berjasa memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu bedah. Ibnu Zuhr merupakan dokter pertama yang menggunakan binatang sebagai ‘kelinci percobaan’. Dia menyempurnakan prosedur bedahnya melalui uji coba pada binatang. Ia mengembangkan ilmu kedokteran yang berbasis pada riset dan percobaan ilmiah. Berkat sistem yang dikembangkannya itu, Ibnu Zuhr mampu menemukan beberapa penyakit yang tidak diketahui sebelumnya. Selain itu, Ibnu Zuhr merupakan dokter pertama yang mendirikan etiologi atau ilmu dalam kedokteran yang membahas penyebab dan asal mula penyakit, dia juga turut mengembangkan neurofarmakologi modern. Yang lebih memukaunya lagi, Jarum suntik digunakan oleh Ibnu Zuhr untuk memberikan makanan buatan pada pasiennya. Tidak sampai di situ, ilmu yang dia kuasai, dia tulis di dalam buku. Ibnu Zuhr menulis beberapa buku yang berhubungan dengan dunia kedokteran dan psikologi manusia. Karya-karyanya antara lain, Kitab al- Taisir fi al-Mudawat wa al-Tadbir, Kitab al- Iqtisad fi Islah al-Anfus wa al-Ajsad dan Kitab al-Aghthiya. Ia merupakan dokter perintis dalam berbagai hal dan selalu mengembangkan sesuatu yang baru dalam ilmu kedokteran. Berkat penemuan-penemuannya, para sejarawan sains menobatkan Ibnu Zuhr sebagai dokter Muslim terhebat di zaman keemasan Islam.

10. Ibnu Ismail Al Jazari

I-Syaikh Rais Al-Amal Badi Al-Zaman Abu Al-Izz Ibn Ismail Ibn Al-Razzaz Al-Jazari (1136-1206 M) atau yang biasa dikenal sebagai Al Jazari merupakan ilmuan muslim penemu konsep robotika modern. Ia mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering. Al Jazari yang telah mampu menciptakan robot manusia (humanoid) yang bisa diprogram. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot. Semua teknologi yang dikembangkan oleh Al Jazari mencapai 50 jenis dan semua ditulis dalam kitab yang berjudul al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). |Deby Rahmayanti|

back to top