Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

The True Cost: Fashion di atas hancurnya kemanusiaan

The True Cost: Fashion di atas hancurnya kemanusiaan

Anda suka fashion? Atau Anda menikmati tren fashion dengan merk yang luar biasa mahal? Tapi tahukah, bahwa kebahagian Anda ditopang oleh penderitaan sekian juta manusia dan rusaknya lingkungan. Penyakit yang menular, kanker hati, tak terjaminnya keselamatn kerja atau upah yang sangat murah.

The True Cost (2015), sebuah film jurnalistik investigatif (dokumenter) karya Andrew Morgan dan diproduksi Untold membongkar kisah-kisah penderitaan masyarakat miskin dunia ke tiga yang dipaksa oleh industri garmen untuk terus memproduksi demi pasokan tren fashion cepat ( Fast fashion) saat ini.

Ketika pusat-pusat mode dunia setiap minggu menghadirkan berbagai tren fashion yang baru dan menjual dengan mahal jutaan keping baju-baju indah di seluruh dunia -sementara itu pula jutaan orang di India, di Bangladesh, di Indonesia atau dunia ke tiga lainnya tengah mengalami penderitaan dan menunggu ajalnya.

Film ini merunut bagaimana sebuah industri fashion dipersiapkan dengan hasrat keuntungan dan mengabaikan keselamatan manusia dan lingkungannya. Limbah-limbah kimia yang beracun yang mengalir setiap hari di sungai-sungai, mencemari air yang digunakan untuk mengairi sawah-sawah dan diminum serta dimakan manusia sekitarnya. Di Pujab, India, misalnya, di sebuah desa yang dekat industri garmen, puluhan anak lahir cacat fisik dan mental. Dan dengan upah hanya 10 dolar AS per bulan harus mereka habiskan untuk berjuang untuk tetap hidup serta menyelamatkan diri dan keluarganya dari penyakit kuning dan lainnya.

Dalam model perdagangan global, sistem outsourhing harus menjadi pilihan. Tidak ada alternatif. Ketika produsen juga harus dipaksa untuk menekan harga demi persaingan, mereka mau tidak mau harus memotong biaya operasional dan konsekuensinya adalah keselamatan kerja para buruhnya. Di Dhaka, adalah contoh bagaimana trgedi modern terjadi. Sebuah pabrik garmen lantai 8 runtuh dan menewaskan sekitar 400 pekerja dan ratusan yang lain tak ditemukan. Pabrik ini tak lagi memilki sistem keamanan demi mendapatkan untung karena tekanan pasar global.

Film ini, The True Cost, memberikan kita sebuah katarsis dalam sebuah tragedi masyarakat komoditas abad 21 dan membuat kita tahu berapa besar harga yang harus dibayar hanya untuk sebuah mode fashion. Kesenangan segelintir orang yang harus dibayar dengan nyawa dan hancurnya lingkungan kita. Menurut Anda, Sebandingkah ini?

  

back to top