Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

The True Cost: Fashion di atas hancurnya kemanusiaan

The True Cost: Fashion di atas hancurnya kemanusiaan

Anda suka fashion? Atau Anda menikmati tren fashion dengan merk yang luar biasa mahal? Tapi tahukah, bahwa kebahagian Anda ditopang oleh penderitaan sekian juta manusia dan rusaknya lingkungan. Penyakit yang menular, kanker hati, tak terjaminnya keselamatn kerja atau upah yang sangat murah.

The True Cost (2015), sebuah film jurnalistik investigatif (dokumenter) karya Andrew Morgan dan diproduksi Untold membongkar kisah-kisah penderitaan masyarakat miskin dunia ke tiga yang dipaksa oleh industri garmen untuk terus memproduksi demi pasokan tren fashion cepat ( Fast fashion) saat ini.

Ketika pusat-pusat mode dunia setiap minggu menghadirkan berbagai tren fashion yang baru dan menjual dengan mahal jutaan keping baju-baju indah di seluruh dunia -sementara itu pula jutaan orang di India, di Bangladesh, di Indonesia atau dunia ke tiga lainnya tengah mengalami penderitaan dan menunggu ajalnya.

Film ini merunut bagaimana sebuah industri fashion dipersiapkan dengan hasrat keuntungan dan mengabaikan keselamatan manusia dan lingkungannya. Limbah-limbah kimia yang beracun yang mengalir setiap hari di sungai-sungai, mencemari air yang digunakan untuk mengairi sawah-sawah dan diminum serta dimakan manusia sekitarnya. Di Pujab, India, misalnya, di sebuah desa yang dekat industri garmen, puluhan anak lahir cacat fisik dan mental. Dan dengan upah hanya 10 dolar AS per bulan harus mereka habiskan untuk berjuang untuk tetap hidup serta menyelamatkan diri dan keluarganya dari penyakit kuning dan lainnya.

Dalam model perdagangan global, sistem outsourhing harus menjadi pilihan. Tidak ada alternatif. Ketika produsen juga harus dipaksa untuk menekan harga demi persaingan, mereka mau tidak mau harus memotong biaya operasional dan konsekuensinya adalah keselamatan kerja para buruhnya. Di Dhaka, adalah contoh bagaimana trgedi modern terjadi. Sebuah pabrik garmen lantai 8 runtuh dan menewaskan sekitar 400 pekerja dan ratusan yang lain tak ditemukan. Pabrik ini tak lagi memilki sistem keamanan demi mendapatkan untung karena tekanan pasar global.

Film ini, The True Cost, memberikan kita sebuah katarsis dalam sebuah tragedi masyarakat komoditas abad 21 dan membuat kita tahu berapa besar harga yang harus dibayar hanya untuk sebuah mode fashion. Kesenangan segelintir orang yang harus dibayar dengan nyawa dan hancurnya lingkungan kita. Menurut Anda, Sebandingkah ini?

  

back to top