Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Disbud DIY buka peluang film maker Jogja

Disbud DIY buka peluang film maker Jogja

Yogyakarta-KoPi|Dinas Kebudayaan DIY membuka peluang bagi para film maker untuk menciptakan karya baru. Karya ini berjenis film fiksi dan dokumenter berdurasi 15-30 menit. Pihak Disbud DIY akan memilih sepuluh proposal film fiksi dan empat film dokumenter yang bakal diproduksi dan didanai.

Menurut Kasi Perfilman Disbud DIY, Dra. Eka Kusumaning Ayu, film harus mencerminkan dinamika kebudayaan yang terjadi di Yogyakarta. Kehadiran unsur kebudayaan terlihat dari aspek sinematik berupa nilai, gagasan hingga produk budaya secara material. 

“Pendekatan bisa melalui historis, antropologis, psikologis, sosial dan dramatik. Film yang dihasilkan berisi tentang budaya tradisi maupun modern bahkan kontemporer. Tradisi tidak melulu tentang masa lalu tetapi juga aspek kekinian yang bersifat dinamis”, terang Dra. Eka.
Terkait seleksi karya Disbud DIY menggandeng budayawan dan film maker yang bertugas menjadi kurator, kurator film yang ditunjuk Hanung Bramantyo, Ifa Isfansyah, Yosep Abggi Noen, DS. Nugraheni, dan Indra Tranggono.

Sementara Hanung Bramantyo menambahkan adanya program ini kita diajak menerjemahkan apa yang disebut film Indonesia. "Sampai saat ini saya belum menemukan definisi tepat film Indonesia. khususnya untuk program film Jogja ini kita akan mencari kultur Jogja seperti apa. Ketika para film maker menghadirkan masalah dalam film dan cara mereka menyelesaikannya. dan ini tidak melulu memakai logat Jawa untuk menonjolkan identitas lokal", papar Hanung. |Winda Efanur FS|

back to top