Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

D.S Nugraheni : Film maker mampu profesional, jangan cuma ngejar duit

D.S Nugraheni : Film maker mampu profesional, jangan cuma ngejar duit

Yogyakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan DIY membuat program bagi para film maker guna memajukan perfilman di Yogyakarta. Menurut pihak Disbud DIY, Kasi film, Setiawan Sahri acara ini sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir dari tahun 2013, 2014 dan 2015. Awalnya pada tahun 2013 hanya diikuti oleh enam film dan setiap tahunnya bertambah bahkan tahun lalu masuk 200 proposal.

“Anggaran tahun ini naik sedikit. Untuk film dokumenter 154 juta dan film fiksi 177 juta itu sudah bersih. Harapannya laporan kegiataan nanti disesuaikan dengan pertanggung jawaban di lapangan”, jelas Setiawan.

Persoalan anggaran juga menarik tanggapan D. S Nugraheni untuk memicu kreativitas para film maker. “Tema film nanti terbuka apapun bisa tergantung bagaimana Anda bisa merespon dinamika kebudayaan Jogja. Film maker nantinya harus punya visi jelas. Ini dana rakyat dari duit pajak rakyat. Jangan hanya mengirim proposal film ke dinas dianggap beres. Kita maunya ada tanggung jawab profesi yang bisa dipertanggungjawabkan ke publik”, papar Nugraheni.

Dalam program ini Indra Tranggono berharap semua elemen yang terlibat kuhusnya kurator adalah kerja kolaborasi. Pihak pemerintah memiliki peran yang besar menjadi regulator dan fasilitator program.
Indra juga menambahkan kolaborasi struktur ini yang akan melahirkan karya-karya berkualitas.|Winda Efanur FS|

back to top