Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

D.S Nugraheni : Film maker mampu profesional, jangan cuma ngejar duit

D.S Nugraheni : Film maker mampu profesional, jangan cuma ngejar duit

Yogyakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan DIY membuat program bagi para film maker guna memajukan perfilman di Yogyakarta. Menurut pihak Disbud DIY, Kasi film, Setiawan Sahri acara ini sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir dari tahun 2013, 2014 dan 2015. Awalnya pada tahun 2013 hanya diikuti oleh enam film dan setiap tahunnya bertambah bahkan tahun lalu masuk 200 proposal.

“Anggaran tahun ini naik sedikit. Untuk film dokumenter 154 juta dan film fiksi 177 juta itu sudah bersih. Harapannya laporan kegiataan nanti disesuaikan dengan pertanggung jawaban di lapangan”, jelas Setiawan.

Persoalan anggaran juga menarik tanggapan D. S Nugraheni untuk memicu kreativitas para film maker. “Tema film nanti terbuka apapun bisa tergantung bagaimana Anda bisa merespon dinamika kebudayaan Jogja. Film maker nantinya harus punya visi jelas. Ini dana rakyat dari duit pajak rakyat. Jangan hanya mengirim proposal film ke dinas dianggap beres. Kita maunya ada tanggung jawab profesi yang bisa dipertanggungjawabkan ke publik”, papar Nugraheni.

Dalam program ini Indra Tranggono berharap semua elemen yang terlibat kuhusnya kurator adalah kerja kolaborasi. Pihak pemerintah memiliki peran yang besar menjadi regulator dan fasilitator program.
Indra juga menambahkan kolaborasi struktur ini yang akan melahirkan karya-karya berkualitas.|Winda Efanur FS|

back to top