Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

D.S Nugraheni : Film maker mampu profesional, jangan cuma ngejar duit

D.S Nugraheni : Film maker mampu profesional, jangan cuma ngejar duit

Yogyakarta-KoPi| Dinas Kebudayaan DIY membuat program bagi para film maker guna memajukan perfilman di Yogyakarta. Menurut pihak Disbud DIY, Kasi film, Setiawan Sahri acara ini sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir dari tahun 2013, 2014 dan 2015. Awalnya pada tahun 2013 hanya diikuti oleh enam film dan setiap tahunnya bertambah bahkan tahun lalu masuk 200 proposal.

“Anggaran tahun ini naik sedikit. Untuk film dokumenter 154 juta dan film fiksi 177 juta itu sudah bersih. Harapannya laporan kegiataan nanti disesuaikan dengan pertanggung jawaban di lapangan”, jelas Setiawan.

Persoalan anggaran juga menarik tanggapan D. S Nugraheni untuk memicu kreativitas para film maker. “Tema film nanti terbuka apapun bisa tergantung bagaimana Anda bisa merespon dinamika kebudayaan Jogja. Film maker nantinya harus punya visi jelas. Ini dana rakyat dari duit pajak rakyat. Jangan hanya mengirim proposal film ke dinas dianggap beres. Kita maunya ada tanggung jawab profesi yang bisa dipertanggungjawabkan ke publik”, papar Nugraheni.

Dalam program ini Indra Tranggono berharap semua elemen yang terlibat kuhusnya kurator adalah kerja kolaborasi. Pihak pemerintah memiliki peran yang besar menjadi regulator dan fasilitator program.
Indra juga menambahkan kolaborasi struktur ini yang akan melahirkan karya-karya berkualitas.|Winda Efanur FS|

back to top