Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ulama Wahabi ala Raja Salman ditolak warga NU Jatim

Ulama Wahabi ala Raja Salman ditolak warga NU Jatim

Surabaya-KoPi| Ustad Khalid Basalamah, ulama Salafiyah atau dikenal awam sebagai ustad Wahabi seperti dianut Raja Arab Salman bin Abdulaziz Al-Saud ditolak warga Nahdatul ulama di Jawa Timur, Kamis 2 Maret 2017. Warga NU Ranting Rungkut Kidul Surabaya ini membuat surat penolakan yang ditujukan kepada Pengurus Yayasan Al Maghfirah Surabaya, Kapolsekta Rungkut, Surabaya dan Pengurus Cabang NU Kota Surabaya.

Dalam surat penolakan yang ditandatangani oleh Ust. HM Chussoiyin Maqal (Rais Syuriah), Ust Ali Mashyud Hamid tersebut, NU menilai Ust Dr. Khalid Basalamah adalah tokoh dan dai Wahabi di Indonesia.

Ceramahnya dinilai cenderung menimbulkan ujaran kebencian dan dapat memecah belah kerukunan ummat dan NKRI. Selain itu juga ajarannya dinilai tidak sesuai dengan tradisi, adat istiadat dan budaya masyarakat Indonesia.

SP

Sebelumnya, Ust Khalid Basalamah juga ditolak di Kalimantan Selatan di tahun 2016 dan beberapa daerah di Jawa Timur dan Tegal Jawa Tengah dengan alasan yang sama.

Khalid Basalamah sendiri mengatakan tidak ada kelompok salafiyah dan Wahabi dalam Islam. Ia juga tidak pernah mengkafirkan sesama muslim dalam setiap dakwahnya kecuali mengajak pada ajaran Islam seperti perintah dalam Al-qu'an dan As-Sunnah.

"Semua itu hanya fitnah terhadap diri saya," katanya dalam unggahan Youtube 13 November 2016 untuk klarifikasi pasca-penolakan di Banjarmasin .

Islam (Salafiyah) sendiri adalah penganut yang melarang ummat Islam melawan pemimpin sah dalam pemerintahan, di antara dalil yang mereka ambil adalah:

Huzaifah bin al Yaman bertutur: Aku berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Ya Rasulullah!, dulu kami berada dalam kejelekan (masa jahiliyah) lalu Allah mendatangkan kebaikan (Islam) yang kami sekarang berada dalamnya, apakah di belakang kebaikan ini akan ada lagi kejelekan?“, Beliau menjawab: “Ya”.

Lalu Huzaifah berkata lagi: “Apakah setelah itu akan ada lagi kebaikan?” Beliau menjawab, “Ya”, Huzaifah berkata lagi, “Apakah setelah itu akan ada lagi kejelekan?” Beliau menjawab,“Ya”.

Huzaifah berkata lagi, “Bagaimana hal demikian?”, Beliau menjawab, “Akan datang pada suatu masa setelah aku para pemimpin yang tidak berpedoman kepada petunjukku, dan tidak melaksanakan sunnahku, dan akan berdiri di tengah-tengah mereka para lelaki yang hati mereka adalah hati syaitan yang terdapat dalam tubuh manusia.”

Lalu Huzaifah berkata, “Apa yang harus aku lakukan ya Rasulullah, jika aku mendapati keadaan yang demikian?” “Dengar dan taatlah pada pemimpin, sekalipun ia memukul punggungmu dan mengambil hartamu, maka tetaplah dengarkan dan patuhi perintahnya.” (1849)/3(1477).

Khalid Zeed Abdullah Basalamah lahir di Makassar, 01-Mei-1975 dan menempuh pendidikan S1 Universitas Islam Madinah (Arab Saudi) S2 Universitas Muslim Indonesia (Indonesia) S3 Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia). Ustadz Khalid Basalamah saat ini adalah Ketua Umum di Yayasan Ats Tsabat Jakarta Timur Ketua di Forum Pengiriman Dai Irian Penasehat di Wesaltv Jakarta.

back to top