Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Setelah koma 17 bulan, Imam Katolik di Jawa menyatakan pindah Islam

Setelah koma 17 bulan, Imam Katolik di Jawa menyatakan pindah Islam

KoPi| Situs wolrddailynewsreport menayangkan tulisan tentang seorang Imam Katolik dari pulau Jawa setelah terbangun dari 17 bulan koma, menyatakan pindah agama menjadi Muslim. Ia meyakini Islam setelah orang itu mengklaim Allah berbicara kepadanya dan menunjukkan "keindahan langit".

Romo berusia 87 tahun dari Spanyol itu telah tinggal dan berkhotbah di pulau selama lebih dari 43 tahun dan fasih dalam bahasa Jawa dan berbagai dialek dari kelompok etnis yang berbeda pulau dan merupakan tokoh terkenal dan dihormati di antara semua kelompok agama dari daerah.

Dia mengalami serangan jantung ketika membantu relawan lokal memperbaiki atap gerejanya. Ia terjatuhdari tingkat dua. Ia berhasil bertahan dan keluar dari koma, dalam bentuk rapuh, namun lahir kembali sebagai seorang pria yang berbeda.

Imam atau Romo Katholik tersebut tidak mengalami cedera tulang belakang. Dokter yang merawatnya di Metropolitan Medical Centre Jakarta Selatan berkata, "Ini pria terkuat berusia 80 tahun yang pernah saya lihat. Tulangnya seharusnya hancur berkeping-keping".

Kepindahannya ke Islam diikuti sebagian besar pengikut gerejanya. Mereka sempat terkejut, tapi cukup menarik, sudah setengah pengikut Katholik di sana telah menunjukkan minat dalam memeluk Islam. "Jika Allah adalah Allah yang benar, saya tidak ingin disesatkan ke arah yang salah pada hari penghakiman. Saya percaya Bapa Eduardo. Kita semua percaya padanya "jelas salah satu pengikutnya.

Imam yang masih dalam perawatan medis itu telah memerintahkan pembangunan sebuah masjid baru dan pengikutnya sudah bekerja keras untuk menemukan dana yang diperlukan untuk tugas. "Kami berutang kepada Bapa Eduardo untuk semua yang telah ia lakukan bagi kita" komentar salah satu umat gereja katholik tua, yang sekarang dijual.

Namun situs berita tersebut tidak pernah mengklarifikasi kebenaran isi berita ini. Media massa di Malaysia (Utusan Malaysia) yang sempat menayangkan telah mencabut kembali. Isi berita tersebut tidak berdasar fakta dan tidak jelas redaksinya (baca: Berita iman Katolik pindah Islam, klarifikasi). Beberapa harian berbahasa Inggris juga telah mengklarifikasi bahwa berita ini tidak benar, lemah dan tidak jelas sumbernya. | sumber:http://worldnewsdailyreport.com|

back to top