Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Makmum harus mengikuti imam yang berdoa qunut subuh

Makmum harus mengikuti imam yang berdoa qunut subuh

KoPi| Qunut subuh sering menjadi perkara yang tegang dalam masyarakat . Perkara itu disulut karena perbedaan mazab. Sebagian masyarakat yang menganut mazab Imam Syafi'i menggunakan doa qunut dalam sholat subuhnya. Sebagian masyarakat yang lain, penganut mazab Imam Ahmad, misalnya, tidak melakukannya.

Perkara ini sering menjadi kegaduhan dan ketegangan dalam masyarakat yang terus berlangsung terutama masyarakat fanatik di tingkat bawah. Bahkan diantara mereka ada yang dengan serampangan menuduh mereka yang menggunakan qunut subuh sebagai ahli bid'ah.

Ustad Firanda, dalam sebuah kajiannya di Malaysia menyampaikan fatwa dari Imam Ahmad, bahwa persoalan tersebut merupakan perkara perbedaan pendapat yang muktabar. Artinya, perkara ini bukan merupakan bid'ah yang sering dituduhkan oleh masyarakat awam. Namun, juga bukan merupakan perkara yang wajib, tetapi hanya sampai pada derajat sunah.

Firanda mengatakan bahwa Syekih Ibn Tamiyah seorang makmum harus mengikuti imam ketika ia sholat berjama'ah. Ketika imam sholat melakukan qunut, wajib baginya seorang makmun mengikuti doa qunut seorang imam tersebut, meskipun ia penganut mazab yang berbeda.

Sebaliknya, seharusnya, masyarakat juga tidak memahami doa qunut subuh sebagai kewajiban, sehingga merasa berdosa atau tidak sah sholatnya ketika sholat subuh tanpa doa qunut.

back to top