Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Makmum harus mengikuti imam yang berdoa qunut subuh

Makmum harus mengikuti imam yang berdoa qunut subuh

KoPi| Qunut subuh sering menjadi perkara yang tegang dalam masyarakat . Perkara itu disulut karena perbedaan mazab. Sebagian masyarakat yang menganut mazab Imam Syafi'i menggunakan doa qunut dalam sholat subuhnya. Sebagian masyarakat yang lain, penganut mazab Imam Ahmad, misalnya, tidak melakukannya.

Perkara ini sering menjadi kegaduhan dan ketegangan dalam masyarakat yang terus berlangsung terutama masyarakat fanatik di tingkat bawah. Bahkan diantara mereka ada yang dengan serampangan menuduh mereka yang menggunakan qunut subuh sebagai ahli bid'ah.

Ustad Firanda, dalam sebuah kajiannya di Malaysia menyampaikan fatwa dari Imam Ahmad, bahwa persoalan tersebut merupakan perkara perbedaan pendapat yang muktabar. Artinya, perkara ini bukan merupakan bid'ah yang sering dituduhkan oleh masyarakat awam. Namun, juga bukan merupakan perkara yang wajib, tetapi hanya sampai pada derajat sunah.

Firanda mengatakan bahwa Syekih Ibn Tamiyah seorang makmum harus mengikuti imam ketika ia sholat berjama'ah. Ketika imam sholat melakukan qunut, wajib baginya seorang makmun mengikuti doa qunut seorang imam tersebut, meskipun ia penganut mazab yang berbeda.

Sebaliknya, seharusnya, masyarakat juga tidak memahami doa qunut subuh sebagai kewajiban, sehingga merasa berdosa atau tidak sah sholatnya ketika sholat subuh tanpa doa qunut.

back to top