Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Kucing, hewan paling istimewa bagi umat Muslim

Kucing, hewan paling istimewa bagi umat Muslim
KoPi| Kucing selalu memiliki tempat yang istimewa dalam peradaban Islam. Tidak seperti di Eropa yang pernah mengalami ketakutan massal pada kucing karena dianggap sebagai antek penyihir dan iblis, Islam selalu menempatkan kucing di tempat yang terhormat.
 

Di Mesir misalnya. Pada 1830 orientalis asal Inggris, E.W. Lane, menulis bahwa ia terkagum-kagum pada sebuah kebiasaan warga Kairo. Setiap sore, banyak kucing berkumpul di halaman gedung pengadilan Kairo dan orang-orang membawa keranjang makanan untuk mereka. Warga Kairo mengatakan, hakim di sana memenuhi kewajiban turun temurun yang sudah ada sejak abad ke-13, pada masa pemerintahan Sultan Al-Zahir Baybars. Sultan Al-Zahir Baybars disebutkan membuat 'taman kucing' yang memberikan segala kebutuhan untuk kucing. 

Aturan tersebut terus dipelihara bahkan hingga sekarang. Setiap turis yang datang ke Kairo pasti melihat begitu banyak kucing di jalanan, atau bahkan di dalam masjid.

Sejak sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab sudah terbiasa memelihara kucing. Mereka bisa menghalau binatang berbahaya seperti kalajengking dan ular agar tidak masuk rumah. Kebiasaan itu juga terus berlangsung hingga masa kejayaan Islam. Para ilmuwan Muslim memelihara kucing untuk mengusir tikus, sehingga buku-buku mereka tidak rusak dimakan binatang pengerat tersebut. Selain itu, banyak kisah sufi yang bertutur mengenai kucing. Misalnya, kucing peliharaan seikh di sebuah madrasah yang mengorbankan diri untuk murid madrasah tersebut, atau kisah sufi asal Irak yang bermimpi dosa-dosanya diampuni karena menyelamatkan seekor anak kucing.

Para sufi menyebut dengkuran kucing sama dengan berzikir dan bisa membantu proses penyembuhan. Penelitian modern mengungkapkan, dengkuran kucing memang berefek pada penyembuhan. Penelitian tersebut menyebutkan: "Dengkuran kucing berada di frekuensi 25 sampai 50 hertz, atau sama dengan frekuensi terbaik untuk pertumbuhan tulang dan penyembuhan patah tulang".

Nabi Muhammad SAW sendiri tercatat sangat mencintai kucing. Banyak cerita dan hadist yang menggambarkan bagaimana kecintaan beliau terhadap kucing, terutama pada kucing peliharaannya, Muezza. Bahkan ada hadist yang menyebutkan bahwa air yang baru dipakai minum untuk kucing bisa digunakan untuk berwudhu. |Muslim Heritage|

back to top