Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Istimewanya kucing bagi Rasulullah SAW

Istimewanya kucing bagi Rasulullah SAW
KoPi | Baginda Rasulullah Muhammad SAW sering digambarkan sebagai seseorang yang menyayangi binatang. Di antara berbagai hewan, kucing disebut sebagai hewan yang sangat istimewa bagi Rasulullah. Bagaimana perlakuan Nabi Muhammad SAW terhadap hewan lucu ini?
 

Dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW diceritakan memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu ketika, saat Nabi hendak mengambil jubahnya, ia menjumpai Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas jubah tersebut. Tak ingin mengganggu kucing kesayangannya itu, Rasulullah pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. 

Mueeza dikisahkan sangat jinak kepada Nabu Muhammad. Setiap kali Nabi kembali ke rumah, Muezza sudah terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya itu. Sebagai balasan, Nabi selalu mengelus lembut badan mungil kucing lucu itu sebanyak tiga kali.

Dalam kisah lain, setiap kali Nabi Muhammad SAW menerima tamu di rumahnya, Rasulullah selalu menggendong Mueeza dan diletakkan dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang paling disukai RFasulullah adalah selalu mengeong ketika mendengar suara adzan. Ya, suara Mueezza seolah-olah terdengar seperti mengikuti lantunan merdu suara adzan.

Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini tidaklah ringan. Dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri. Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Istri Rasulullah sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq juga sangat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan saat ditinggal pergi si kucing Mueeza. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena senang merawat dan memelihara berbagai kucing jantan di rumahnya.

Rasululloh SAW menekankan di beberapa haditsnya, bahwa kucing itu tidaklah najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu dengan menggunakan air bekas minum kucing, karena memang suci.

Diriwayatkan dari Ali bin Al-Hasan, sahabat Rasulullah yang bernama Anas menceritakan bahwa Rasulullah SAW pergi ke Bathhan, suatu daerah di Madinah. Lalu,Rasulullah SAW berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana...”

Lalu Anas menuangkan air ke dalam bejana. Dan ketika sudah selesai, Rasulullah SAW menuju bejana. Namun seekor kucing datang dan menjilati air yang berada dalam bejana tersebut. Melihat hal itu, lalu Rasulullah SAW berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum dari air bejana. Baru kemudian Rasulullah SAW berwudhu dengan air bejana yang baru saja diminum oleh kucing itu.

Ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai kejadian tersebut, maka Beliau menjawab: “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga...ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis....”

Mengapa Rasulullah berani berkata semacam itu? 

Ternyata ada fakta ilmiah yang mendukung ucapa Rasulullah tersebut. Sebuah penelitian dilakukan terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus tersebut. 

Hasilnya, sampel yang diambil dari kulit luar tenyata negatif kuman, meskipun dilakukan pengambilan berulang-ulang. Dari sampel pada cairan yang diambil dari dinding mulut memberikan hasil negatif kuman sekitar 80%. Begitu pula sampel cairan yang diambil dari permukaan lidah, juga memberikan hasil negatif berkuman. 

Para peneliti mengatakan, sekalipun ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah terbatas. Misalnya, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya pun kurang dari 50ribu.

back to top