Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Inilah proses ilmiah mukjizat Nabi Musa membelah lautan

Inilah proses ilmiah mukjizat Nabi Musa membelah lautan
KoPi| Kitab suci telah mencatat berbagai mukjizat yang telah dilakukan oleh para Nabi dan Rasul. Salah satu mukjizat yang paling terkenal dan dicatat baik di kitab suci Taurat, Injil, dan Al Quran adalah mukjizat Nabi Musa membelah lautan.
 

Demi menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Firaun, Nabi Musa memimpin Bani Israil menuju Laut Merah. Saat tentara Firaun semakin dekat, Nabi Musa memohon pertolongan Allah agar Bani Israil dapat lolos dari kejaran Firaun. Maka, Nabi Musa mengetukkan tongkatnya, dan laut pun terbelah dan memberi jalan sehingga Bani Israil dapat melarikan diri dari kejaran Firaun. Firaun dan tentaranya juga turut menyeberangi Laut Merah, namun saat mereka berada di tengah laut, laut kembali menyatu dan menenggelamkan Firaun dan tentaranya.

Tentu banyak yang bertanya-tanya, bagaimana lautan yang luas tersebut dapat terbelah dan menciptakan jalur tersendiri. Demi memecahkan misteri tersebut, sekolompok peneliti dari Colorado University, Amerika, melakukan simulasi khusus untuk membuktikan proses ilmiah terbelahnya Laut Merah tersebut.

Menurut kitab Perjanjian Lama, peran angin dari Timur sangat membantu terbelahnya Laut Merah. Para peniliti mencoba membuktikan bagaimana angin dapat menghempaskan air hingga ke dasar laut. Mereka meneliti bagaimana angin topan di tengah Samudera Pasifik dapat menciptakan badai besar dan menghempaskan air di lautan dalam.

Carl Drews, pemimpin penelitian tersebut mengatakan, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman. Melalui sebuah simulasi komputer, badai dapat mencapai dasar lautan dan membentuk laguna. 

Drews mengatakan, agar dapat menciptakan sebuah jalur di dasar laut, dibutuhkan angin yang berhembus dengan kecepatan 101 km/jam yang berhembus selama 12 jam non stop. Angin tersebut akan menghempaskan angin hingga di kedalaman 2 meter. 

Menurutnya, angin dengan kecepatan tersebut dapat membentuk laguna sepanjang 3 hingga 4 kilometer dan lebar 5 kilometer. Laguna tersebut dapat bertahan selama empat jam. Larena angin bersifat luwes, jalur yang tercipta dapat menutup kembali setelah beberapa saat.

back to top