Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Inilah proses ilmiah mukjizat Nabi Musa membelah lautan

Inilah proses ilmiah mukjizat Nabi Musa membelah lautan
KoPi| Kitab suci telah mencatat berbagai mukjizat yang telah dilakukan oleh para Nabi dan Rasul. Salah satu mukjizat yang paling terkenal dan dicatat baik di kitab suci Taurat, Injil, dan Al Quran adalah mukjizat Nabi Musa membelah lautan.
 

Demi menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Firaun, Nabi Musa memimpin Bani Israil menuju Laut Merah. Saat tentara Firaun semakin dekat, Nabi Musa memohon pertolongan Allah agar Bani Israil dapat lolos dari kejaran Firaun. Maka, Nabi Musa mengetukkan tongkatnya, dan laut pun terbelah dan memberi jalan sehingga Bani Israil dapat melarikan diri dari kejaran Firaun. Firaun dan tentaranya juga turut menyeberangi Laut Merah, namun saat mereka berada di tengah laut, laut kembali menyatu dan menenggelamkan Firaun dan tentaranya.

Tentu banyak yang bertanya-tanya, bagaimana lautan yang luas tersebut dapat terbelah dan menciptakan jalur tersendiri. Demi memecahkan misteri tersebut, sekolompok peneliti dari Colorado University, Amerika, melakukan simulasi khusus untuk membuktikan proses ilmiah terbelahnya Laut Merah tersebut.

Menurut kitab Perjanjian Lama, peran angin dari Timur sangat membantu terbelahnya Laut Merah. Para peniliti mencoba membuktikan bagaimana angin dapat menghempaskan air hingga ke dasar laut. Mereka meneliti bagaimana angin topan di tengah Samudera Pasifik dapat menciptakan badai besar dan menghempaskan air di lautan dalam.

Carl Drews, pemimpin penelitian tersebut mengatakan, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman. Melalui sebuah simulasi komputer, badai dapat mencapai dasar lautan dan membentuk laguna. 

Drews mengatakan, agar dapat menciptakan sebuah jalur di dasar laut, dibutuhkan angin yang berhembus dengan kecepatan 101 km/jam yang berhembus selama 12 jam non stop. Angin tersebut akan menghempaskan angin hingga di kedalaman 2 meter. 

Menurutnya, angin dengan kecepatan tersebut dapat membentuk laguna sepanjang 3 hingga 4 kilometer dan lebar 5 kilometer. Laguna tersebut dapat bertahan selama empat jam. Larena angin bersifat luwes, jalur yang tercipta dapat menutup kembali setelah beberapa saat.

back to top