Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Inilah proses ilmiah mukjizat Nabi Musa membelah lautan

Inilah proses ilmiah mukjizat Nabi Musa membelah lautan
KoPi| Kitab suci telah mencatat berbagai mukjizat yang telah dilakukan oleh para Nabi dan Rasul. Salah satu mukjizat yang paling terkenal dan dicatat baik di kitab suci Taurat, Injil, dan Al Quran adalah mukjizat Nabi Musa membelah lautan.
 

Demi menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Firaun, Nabi Musa memimpin Bani Israil menuju Laut Merah. Saat tentara Firaun semakin dekat, Nabi Musa memohon pertolongan Allah agar Bani Israil dapat lolos dari kejaran Firaun. Maka, Nabi Musa mengetukkan tongkatnya, dan laut pun terbelah dan memberi jalan sehingga Bani Israil dapat melarikan diri dari kejaran Firaun. Firaun dan tentaranya juga turut menyeberangi Laut Merah, namun saat mereka berada di tengah laut, laut kembali menyatu dan menenggelamkan Firaun dan tentaranya.

Tentu banyak yang bertanya-tanya, bagaimana lautan yang luas tersebut dapat terbelah dan menciptakan jalur tersendiri. Demi memecahkan misteri tersebut, sekolompok peneliti dari Colorado University, Amerika, melakukan simulasi khusus untuk membuktikan proses ilmiah terbelahnya Laut Merah tersebut.

Menurut kitab Perjanjian Lama, peran angin dari Timur sangat membantu terbelahnya Laut Merah. Para peniliti mencoba membuktikan bagaimana angin dapat menghempaskan air hingga ke dasar laut. Mereka meneliti bagaimana angin topan di tengah Samudera Pasifik dapat menciptakan badai besar dan menghempaskan air di lautan dalam.

Carl Drews, pemimpin penelitian tersebut mengatakan, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman. Melalui sebuah simulasi komputer, badai dapat mencapai dasar lautan dan membentuk laguna. 

Drews mengatakan, agar dapat menciptakan sebuah jalur di dasar laut, dibutuhkan angin yang berhembus dengan kecepatan 101 km/jam yang berhembus selama 12 jam non stop. Angin tersebut akan menghempaskan angin hingga di kedalaman 2 meter. 

Menurutnya, angin dengan kecepatan tersebut dapat membentuk laguna sepanjang 3 hingga 4 kilometer dan lebar 5 kilometer. Laguna tersebut dapat bertahan selama empat jam. Larena angin bersifat luwes, jalur yang tercipta dapat menutup kembali setelah beberapa saat.

back to top