Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Inilah 10 opini ilmuan non-muslim mengenai Al-Qur’an

Inilah 10 opini ilmuan non-muslim mengenai Al-Qur’an

KoPi| Al-Qur’an telah diakui sebagai kitab suci yang dapat membimbing manusia dan dapat digunakan sebagai sumber keilmuan. Tak hanya umat muslim, beberapa sudut pandang pun telah dikemukakan para ilmuan non-Muslim tentang Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam sendiri percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak sekaligus penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur'an. Banyak proses penerjemahan dan penafsiran dilakukan dalam berbagai bahasa. Tak mengeherankan bila para ilmuan dunia mengemukakan pendapatnya mengenai Al-Qur’an.

Berikut  beberapa pendapat para ilmuan mengenai Al-Qur’an:

1. Albert Einstein

Menurut Einstein, Al-Qur’an bukanlah buku kumpulan rumus aljabar ataupun geometri, tetapi Al-Qur’an merupakan kumpulan aturan yang membimbing manusia ke jalan yang benar, jalan yang tidak dapat ditolak oleh filsuf terkemuka sekalipun.

2. Will Dorant 

Bagi Dorant, Al-Qur’an bukan hanya mengurusi urusan yang bersifat ilahiyah (ketuhanan) saja, namun Al-Qur’an juga memperhatikan urusan-urusan yang bersifat duniawi. Al-Qur’an berisi aturan yang mencakup seluruh kehidupan manusia, seperti mengenai sopan santun, kesehatan, pernikahan, perceraian, perawatan bagi anak-anak, mengenai hewan, budak, politik, jual-beli, hutang, perjanjian, hukum, perang dan perdamaian. Al-Qur’an menciptakan keyakinan murni dalam jiwa, yang bebas dari sikap-sikap yang buruk dan tradisi menyembah berhala. Al-Qur’an telah membentuk prinsip-prinsip bagi umat muslim.

3. Napoleon Bonaparte 

Napoleon berpendapat bahwa Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang bisa menjawab permasalahan kemakmuran umat manusia. Ia berharap untuk dapat menyatukan semua ilmuan di seluruh dunia untuk bersama-sama membangun masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Al-Quran.

4. Gandhi 

Bagi Gandhi, dengan mempelajari Al-Qur’an, setiap orang akan dapat mengetahui rahasia dari wahyu serta mendapati pengetahuan tentang agama. Ia menambahkan bahwa dalam Al-Qur’an kita tidak akan menemukan apa-apa yang memungkinkan seseorang untuk mengubah agama orang lain. Dengan kata lain, Al-Qur’an mengatakan"tidak ada paksaan dalam beragama."

5. Dr Johan Wolfgang Von Goethe

Pada tahun 1832, Woflgang mengatakan bahwa selama bertahun-tahun yang panjang, para pendeta mencegah masyarakat untuk memahami realitas Al-Qur’an dan kehebatan orang yang menyampaikannya (Nabi Muhammad SAW). Bagi penyair Jerman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Al-Qur’an akan menarik perhatian manusia dan menjadi poros pemikiran.

6. Leo Tolstoy

Tolstoy, seorang filsuf Rusia, pernah mengatakan bahwa Al-Qur’an mengandung realitas dan prinsip-prinsip yang jelas. Seluruh umat manusia dapat memanfaatkannya secara umum.

7. DR. Marks (1818-1883)

DR.Marks berpendapat bahwa Al-Qur’an berisi pesan ilahi yang merangkum semua kitab suci bagi semua bangsa. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan pentingnya belajar ilmu pengetahuan, berpikir, berdiskusi, dan berlatih. Baginya, ayat-ayat tersebut telah memperbaiki banyak kesalahan manusia.

8. Dr Shebly Shommyel 

Shommyel adalah seorang mahasiswa yang pernah belajar pada Darwin. Ia mengatakan bahwa Nabi orang islam (Nabi Muhammad) telah menarik perhatian dunia dengan kebijaksanaannya, yang ia ambil dari Al-Qur’an, sehingga membuat mereka sadar terhadap kebajikan Al-Qur’an.

9. Charles Francis

Francis mengatakan bahwa Alkitab adalah kitab yang tidak semua orang Amerika mengetahuinya, berbeda dengan Al-Qur’an yang diketahui oleh setiap penganutnya dan itu bukan merupakan sebuah kebohongan. Profesor Amerika ini menambahkan bahwa tidak menyadari kehadiran Alkitab merupakan keberuntungan bagi agama.

10. PH Corbin

Corbin menyatakan bahwa jika memang benar bahwa Muhammad hanya bertakhayul dan Al-Quran bukanlah sebuah wahyu, maka Muhammad tidak akan pernah berani menantang seluruh manusia untuk menandingi ilmu pengetahuan yang terdapat di Al-Qur’an. Tidak ada seorangpun yang pernah melakukan apa yang Muhammad lakukan. |roshd.org|

back to top