Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

House of One Berlin: Simbol toleransi

House of One Berlin: Simbol toleransi

Jerman-KoPi, Adalah sebuah proyek unik bernama “House of One”. Pengadaan proyek ini bertujuan untuk menyediakan tempat ibadah dan perenungan bagi para penganut tiga kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang paling pokok. Bangunan ini terdiri dari sebuah gereja, sebuah sinagog dan sebuah masjid yang dibangun dibawah satu atap.

Kegiatan pendanaan proyek akan diluncurkan minggu ini dengan simbolisasi peletakan batu pertama. Pihak penanggungjawab keuangan proyek berharap mereka dapat memperoleh dana sekitar €43.5m (£35m)untuk mendanai bangunan bata berbentuk hexagonal yang akan dibangun di samping Museum Island Berlin ini. Pembiayaan pembangunan ini seluruhnya diperoleh dari pihak sponsor. Siapapun bisa memberikan donasi uang secara online.


Ide pembangunan ini sudah mulai muncul pada tahun 2009 saat para arkeolog menggali sebuah bagian di Museum Island dan mereka menemukan sisa-sisa reruntuhan gereja Berlin terdahulu, Petrikirche, dan sebuah sekolah kota Latin, yang berangka tahun 1350.


Ide pembangunan ini mendapat respon positif dari ketiga pemuka agama. Rabbi Tovia Ben-Chorin menyatakan:”Berlin adalah kota yang penuh dengan luka dan keajaiban. Di kota inilah pemusnahan kaum Yahudi direncanakan. Dan kini, rumah untuk tiga agama pertama di dunia akan dibangun.”


“Berlin adalah kota yang damai bagi reruntuhan Tembok Berlin dan kota yang damai bagi para penganut dari berbagai macam kepercayaan yang berbeda-beda,” ungkap Gregor Hohberg, seorang pendeta protestan.


Senada dengan pendapat kedua pemuka agama tersebut, Imam Kadir Sanci, pemuka agama islam menyatakan bahwa dirinya berharap proyek ini dapat membangkitkan kesadaran antar penganut kepercayaan dan budaya yang berbeda yang pada akhirnya mereka dapat menghargai keberagaman dan perbedaan yang ada.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

back to top