Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gay AS disambut baik Gereja Vatikan. Ini tanda .. ?

Jeannine Gramick and Francis DeBernardo Jeannine Gramick and Francis DeBernardo

KoPi|Sebuah kelompok hak asasi gay Katolik Amerika terkemuka diberi perlakuan istimewa untuk pertama kalinya di audiensi dengan Paus Francis pada hari Rabu lalu. Seorang anggota melihat ada tanda perubahan dalam Gereja Katolik Roma.

"Ini karena efek dari Francis," kata Suster Jeannine Gramick, co-pendiri departemen baru yang memperjuangkan homoseksual Katolik  di lingkungan Gereja dengan 1,2 juta anggota.

Gramick dan Direktur Eksekutif Francis DeBernardo memimpin ziarah umat Katolik 50 homoseksual di Lapangan Santo Petrus.

Mereka mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara ketika kelompok datang ke Roma untuk berziarah, dahulu Francis John Paul dan Benediktus, "mereka hanya mengabaikan kita".

Kali ini, seorang uskup AS dan seorang pejabat Vatikan yang menyambut baik. Saat Paus lewat, mereka menyanyikan "All are Welcome," sebuah himne melambangkan keinginan mereka untuk Gereja lebih inklusif.

Daftar peserta yang dirilis oleh Vatikan, mereka menyebut kami saudara tidak menyebutkan kami adalah organisasi hak gay.

"Ini gerakan dalam Gereja kita, gerakan untuk menyambut orang-orang dari luar lebih dekat ke dalam," kata Gramick di Lapangan Santo Petrus.

Beberapa bulan setelah terpilih, Francis membuat komentar yang sekarang terkenal tentang bagaimana dia tidak bisa menghakimi orang gay yang memiliki niat baik dan mencari Tuhan.

Tapi sejauh ini menunjukkan ada tanda-tanda Gereja akan mengubah ajarannya bahwa sementara homoseksualitas tidak berdosa.

Oktober lalu, uskup dari seluruh dunia mengadakan pertemuan di Roma membahas gay. Memperdebatkan untuk menerima gay dalam gereja.

DeBernardo mengatakan gay Katolik dan pasangan lesbian dan keluarga non-tradisional lainnya harus diundang untuk pertemuan, yang dikenal sebagai sinode, untuk berbicara dengan para uskup tentang iman mereka dan seksualitas mereka. |reuters.com |Winda Efanur FS|

back to top