Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Duke University batal ijinkan adzan berkumandang di kampus

Duke University batal ijinkan adzan berkumandang di kampus
KoPi| Universitas swasta di North Carolina, Amerika, Duke University, membatalkan keputusannya yang memperbolehkan umat Muslim mengumandangkan adzan sholat Jumat lewat menara kapel kampus. Hal itu dilakukan setelah ada protes keras dari Franklin Graham, putra penginjil terkenal Amerika dan kemungkinan adanya tindak kekerasan akibat keputusan tersebut.
 

“Kami (Duke) berkomitmen untuk menjaga suasana kampus yang inklusif, toleran, dan terbuka untuk semua mahasiswa kami. Namun tampaknya upaya kami untuk menyatukan komunitas yang berbeda tidak menimbulkan hasil yang diinginkan,” ujar Michael Schoenfield, Vice President for Public Affairs and Government Relations Duke University.

Graham menganggap diperbolehkannya adzan berkumandang di kampus Duke University sama seperti mengijinkan hukum syariah berlaku di kampus itu. Ia mendesak pihak donor dan alumni Duke University menghentikan bantuan mereka hingga kebijakan tersebut diubah.

Situs The Atlantic melaporkan bahwa ada ancaman kekerasan terhadap komunitas Muslim di Duke University bila pihak kampus tetap memperbolehkan adzan berkumandang di menara kapel. Duke University bahkan dilaporkan meminta tambahan bantuan keamanan pada pihak kepolisian setempat.

Omid Safi, Direktur Duke Islamic Studies Center mengungkapkan kekecewaannya atas penarikan kebijakan tersebut. “Kekecewaan saya yang terbesar saya tujukan pada orang-orang yang menganggap kekerasan dan ancaman dibenarkan untuk menegaskan maksud mereka, terutama jika itu didasarkan pada keyakinan religius. Kita semua tahu di kalangan Muslim ada orang-orang seperti itu, tapi sepertinya hal itu bukan monopoli kaum Muslim saja,” ungkap Safi.

Selama ini Duke University memperbolehkan mahasiswa dan staf Muslim untuk mengadakan ibadah sholat Jumat di lantai bawah Kapel Duke. Dengan penarikan kebijakan tersebut, adzan sholat Jumat hanya bisa dikumandangkan di lapangan depan kapel.

Duke University memiliki 15.000 orang mahasiswa, dan lebih dari 700 orang mahasiswa Duke University merupakan Muslim. Universitas ini termasuk universitas swasta pertama di Amerika yang mengijinkan sholat Jumat di kampus, sekalipun didirikan sebagai universitas Katolik Methodist. |The Atlantic, Duke University Today

 

back to top