Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

BAZNAS Kota Yogyakarta wajar tanpa pengecualian

BAZNAS Kota Yogyakarta wajar tanpa pengecualian

Yogyakarta-KoPi, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, mengucapkan selamat dan terima kasih kepada BAZNAS (Badan Zakat Nasional) Kota Yogyakarta yang diketuai oleh Titik Sulastri yang juga merupakan Sekda Kota Yogyakarta karena pengelolaan BAZNAS memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) setelah diaudit oleh auditor akuntan publik.

Hal tersebut diucapkan ketika menyampaikan sambutan di acara “Tasyakkuran Pengelolaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Tahun 2013/1434 BAZNAS Kota Yogyakarta” yang diisi dengan tausiah oleh Drs. H. Jaja Jaelani MM, Direktur Pemberdayaan Zakat Kemenag RI di Ruang Utama Atas Balaikota Yogyakarta (5/6).

“Kami laporkan bahwa ZIS tahun 2013 mencapai Rp. 4.735.526.753. Alhamdulilahirabbal’alamin, pengelolaan zakat, infaq dan shadaqh tahun 2013/1434 dapat terlaksana dengan baik dan mengalami peningkatan 8% dari tahun sebelumnnya,” Titik bersyukur.

Menurutnya zakat, infaq dan shadaqah tersebut telah ditasharrufkan/didistribusikan untuk program pokok yakni: Yogya Taqwa sejumlah Rp. 2.183.980.000, Yogya Cerdas sejumlah Rp. 1.564.020.000, Yogya Sejahtera sejumlah Rp. 95.000.000 dan Yogya Peduli sejumlah Rp. 95.241.000.

Pengumpulan tersebut berasal dari zakat profesi pegawai pemerintah Kota Yogyakarta, BUMD, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Kantor Pertahanan Kota Yogyakarta, Badan Statistik Yogyakarta, Kantor Pelayanan Perbendaharan Negara Yogyakarta, dan Muzakki atau Munfiq masyarakat.

Zakat memang adalah kewajiban setiap muslim. Zakat yang terkumpul hingga 4 milyar lebih itu hanya dari daerah Kota Yogyakarta saja. Tidak terbayangkan seandainya umat muslim se-Indonesia yang sadar untuk mengeluarkan zakat yang telah menjadi wajib dikeluarkan bagi mereka dikumpulkan dan disalurkan kepada yang berhak, mungkin tidak ada orang miskin lagi di Indonesia.

Oleh karena itu Walikota Yogyakarta berharap agar umat islam tertib mengeluarkan zakat dan berdo’a agar Allah selalu memberikan petunjuk bagi kita semua.


Reporter: Fahrurrazi

back to top