Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

BAZNAS Kota Yogyakarta wajar tanpa pengecualian

BAZNAS Kota Yogyakarta wajar tanpa pengecualian

Yogyakarta-KoPi, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, mengucapkan selamat dan terima kasih kepada BAZNAS (Badan Zakat Nasional) Kota Yogyakarta yang diketuai oleh Titik Sulastri yang juga merupakan Sekda Kota Yogyakarta karena pengelolaan BAZNAS memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) setelah diaudit oleh auditor akuntan publik.

Hal tersebut diucapkan ketika menyampaikan sambutan di acara “Tasyakkuran Pengelolaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Tahun 2013/1434 BAZNAS Kota Yogyakarta” yang diisi dengan tausiah oleh Drs. H. Jaja Jaelani MM, Direktur Pemberdayaan Zakat Kemenag RI di Ruang Utama Atas Balaikota Yogyakarta (5/6).

“Kami laporkan bahwa ZIS tahun 2013 mencapai Rp. 4.735.526.753. Alhamdulilahirabbal’alamin, pengelolaan zakat, infaq dan shadaqh tahun 2013/1434 dapat terlaksana dengan baik dan mengalami peningkatan 8% dari tahun sebelumnnya,” Titik bersyukur.

Menurutnya zakat, infaq dan shadaqah tersebut telah ditasharrufkan/didistribusikan untuk program pokok yakni: Yogya Taqwa sejumlah Rp. 2.183.980.000, Yogya Cerdas sejumlah Rp. 1.564.020.000, Yogya Sejahtera sejumlah Rp. 95.000.000 dan Yogya Peduli sejumlah Rp. 95.241.000.

Pengumpulan tersebut berasal dari zakat profesi pegawai pemerintah Kota Yogyakarta, BUMD, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Kantor Pertahanan Kota Yogyakarta, Badan Statistik Yogyakarta, Kantor Pelayanan Perbendaharan Negara Yogyakarta, dan Muzakki atau Munfiq masyarakat.

Zakat memang adalah kewajiban setiap muslim. Zakat yang terkumpul hingga 4 milyar lebih itu hanya dari daerah Kota Yogyakarta saja. Tidak terbayangkan seandainya umat muslim se-Indonesia yang sadar untuk mengeluarkan zakat yang telah menjadi wajib dikeluarkan bagi mereka dikumpulkan dan disalurkan kepada yang berhak, mungkin tidak ada orang miskin lagi di Indonesia.

Oleh karena itu Walikota Yogyakarta berharap agar umat islam tertib mengeluarkan zakat dan berdo’a agar Allah selalu memberikan petunjuk bagi kita semua.


Reporter: Fahrurrazi

back to top