Logo
Print this page

5 Arsitektur Masjid Gedhe Kauman

5 Arsitektur Masjid Gedhe Kauman

Yogyakarta-KoPi, Masjid Gedhe Kauman lahir dari perpecahan Mataram Islam menjadi wilayah Jogja dan Solo. Pangeran Mangkubumi bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I memimpin kerajaan Mataram di wilayah Ngayogyakarto/ Jogja. (16/6).

Sesuai syarat pendirian kerajaan, pada tahun 1773 Masjid Gede Kauman di bangun atas prakarsa pemuka agama tertinggi Kyai H. Faqih Ibrahim yang telah diamanati oleh Sri Sultan HB I.

Ruang dalam Masjid disangga 36 buah kayu jati dan empat diantaranya berusia lebih dari 500 tahun. Dinding masjid dari jenis batu karas. Batu putih, diletakan tanpa semen dengan sistem kosot (digosokan sangat lama dengan direndam dengan air).

Gaya arsitektur masjid mengkolaborasikan lima unsur dari gaya Jawa, Cina, Timur-tengah, Hindhu dan Budha. Buah dari tangan arsitek pribumi asli Ki Wiryo Kusumo.

Hal itu terlihat di serambi ada tiangnya dikenal ukiran putri mirong. Tiang memanjang dihiasi dengan kaligrafi tulisan Allah dan Muhammad. Dibawahnya ada simbol teratai budha, dan tiga bentuk segitiga lancip lambang Tri Murti Hindhu.


Gaya Cina diwakili pada bentuk atap atas yang menyerupai klentheng. Khusus gaya Jawa pada bagian ruang utama.



Reporter : Winda Efanur FS

 

 

 

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.