Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Waspadai bersin berulang

www.theguardian.com www.theguardian.com

Bersin, pilek, mata berair dan hidung tersumbat mungkin sering diartikan sebagai gejala flu. Tetapi apabila bersin yang  terjadi terlalu sering dan terus-menerus tanpa jeda bisa jadi adalah gejala rhinitis alergi bukan flu. Berbeda dengan flu, rhinitis alergi bukan disebabkan oleh virus, melainkan timbul sebagai reaksi tubuh terhadap zat tertentu (allergen) dari luar tubuh.

Rinitis alergi adalah suatu peradangan hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi. Reaksi alergi ini dapat dicetuskan oleh berbagai hal tergantung dari tiap individu. Beberapa contoh pencetus alergi yaitu debu, serbuk bunga, bulu hewan, kecoa, makanan tertentu, dan lain-lain. Ketika penderita rhinitis terpapar oleh allergen, tubuh akan melepaskan histamine dan menghasilkan beberapa reaksi alergi.
   
Gejala rhinitis alergi yang khas adalah serangan bersin yang berulang. Sebetulnya bersin merupakan gejala yang normal terutama pada pagi hari atau bila terdapat kontak dengan sejumlah besar debu. Hal tersebut merupakan proses membersihkan diri (self cleaning proses). Bersin dapat dikatakan sebagai gejala rhinitis alergi, bila serangan bersin berulang lebih dari lima kali setiap serangan. Gejala lainnya adalah ingus (rinorea) yang encer dan banyak, hidung tersumbat, hidung dan mata gatal yang kadang-kadang disertai dengan keluarnya air mata (lakrimasi).
   
Terdapat dua cara alergen memasuki tubuh, pertama allergen inhalan, yaitu allergen yang memasuki tubuh bersama dengan udara pernapasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang serta jamur dan allergen ingestan, yaitu allergen yang memasuki tubuh melalui saluran cerna, berupa makanan. Penyebab rhinitis alergi tersering adalah allergen inhalan pada dewasa dan allergen ingestan pada anak-anak. Berbagai faktor pemicu yang lainnya adalah faktor nonspesifik diantaranya asap rokok, polusi udara, bau aroma yang kuat atau merangsang dan perubahan cuaca.
   
Meski tidak membahayakan, penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini, tentu menimbulkan ketidaknyamanan pada para penderitanya. Banyak dari mereka yang terganggu aktivitasnya karena penyakit ini, lalu bagaimana cara hidup dengan rhinitis alergi?
   
Anda dapat hidup dengan rhinitis alergi yakni dengan mengendalikan gejala dan mengurangi tingkat kekambuhannya. Pertama, cari tahu apa saja allergen yang dapat memicu terjadinya serangan rhinitis pada diri Anda, kemudian hindarilah itu. Anda dapat pergi ke dokter untuk mengetahui jenis allergen apa yang harus Anda hindari.
   
Rekomendasi pemeriksaan dari dokter biasanya dapat berupa pengujian kulit terhadap bahan-bahan yang diduga memicu alergi dengan tes tusuk kulit (Skin prick test), yaitu dengan memasukan zat-zat (allergen) ke kulit dan setelah itu dilihat bagaimana reaksi tubuh terhadap zat tersebut. Jenis pemeriksaan lain dengan tingkat keakuratan lebih tinggi yang dikenal dengan Radioallergosorbent test (RAST) juga dapat dilakukan untuk mengukur respon sistem kekabalan tubuh terhadap allergen tertentu.
   
Walau tak dapat disembuhkan, rhinitis alergi dapat diobati meskipun tidak dapat menjamin dimasa yang akan datang penyakit tersebut tidak akan kambuh kembali. Obat tidak akan menyembuhkan alergi Anda, tetapi dapat digunakan untuk mengobati gejala umum, seperti hidung meler, mulut gatal dan bersin. Dokter akan memberikan beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan secara oral maupun disemprotkan pada hidung untuk mengendalikan gejala rhinitis alergi.
    
Biasanya, beberapa diantara jenis obat-obat tersebut meliputi golongan antihistamin, kortikosteroid, dekongestan, cromolyn natrium, ipratropium (atrovent) dan leukotriene modifier seperti montelukast (singulair) atau zafirlukast (accolate).
   
Untuk gejala yang berat dan lama serta bila obat-obatan tersebut tidak membantu sama sekali, dilakukan imunoterapi melalui desensitisasi, hiposensitisasi dan netralisasi. Desensitisasi dan hiposensitisasi membentuk blocking antibody. Keduanya untuk alergi inhalan dengan gejala yang berat. Rencana operasi dapat pula dianjurkan dokter apabila terdapat komplikasi atau penyakit penyerta lain seperti polip hidung dan kelainan anatomis hidung lain. |Diolah dari berbagai sumber



back to top