Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

The Power of 3 Magic Words

The Power of 3 Magic Words

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita tidak dapat menghindari interaksi antar sesama manusia. Terlebih dalam hal berkomunikasi. Dalam membina hubungan baik antar sesama, sering kali kita mengabaikan kata-kata ajaib yang dapat memberi energi positif kepada orang lain. Walau terlihat sepele, namun pada perwujudannya ketiga kata ini memberi efek yang luar biasa bagi si pendengarnya. Lalu apa saja ketiga kata ajaib tersebut?

1. Tolong

Sebagai mahluk sosial, kita tidak bisa hidup sendirian di dunia ini. Pastilah kita memerlukan orang lain untuk membantu kita melakukan berbagai hal. Apabila kita memerlukan bantuan dari orang lain itu maka sepantasnya kita meminta tolong kepada orang tersebut.
Seiring berjalannya waktu, jarang sekali kita mendengar orang menggunakan kata “Tolong” ketika meminta bantuan kepada orang lain. Entah karena gengsi atau merasa dirinya hebat maka ia enggan menggunakan kata tersebut.
Padahal menggunakan kata “Tolong” ini ketika meminta bantuan –mencerminkan kerendahan hati kita bahwa kita memerlukan bantuan orang lain ketika dalam kesulitan. Selain itu pastilah orang yang kita mintai tolong akan dengan senang hati membantu kita karena ia merasa dihargai, tentunya terlepas dari bersedia atau tidak orang itu membantu kita. Setidaknya kita telah menunjukkan itikat baik meminta bantuannya dengan menggunakan kata “Tolong”.

2. Maaf


Kata “Maaf” mungkin identik dengan kesalahan. Kata ini biasa kita ucapkan ketika dengan setulus hati menyatakan permintaan maaf dan penyesalan atas kesalahan yang telah kita lakukan. Namun pada praktiknya, sekarang jarang sekali orang-orang menggunakan kata ini ketika melakukan kesalahan. Entah karena jaim (jaga image), atau bahkan karena keangkuhan orang tersebut yang merasa tak pernah melakukan kesalahan hingga ia enggan mengucapkan kata “Maaf” ketika melakukan kesalahan?
Entah faktor apa yang menyebabkan terkikisnya rasa rendah hati manusia zaman sekarang. Padahal mereka seharusnya menyadari bahwa manusia itu adalah tempatnya salah. Tak ada satu manusia pun yang sempurna di dunia ini, karena sesungguhnya hanya Tuhan pemilik segala kesempurnaan. Jika kita meminta maaf secara tulus kepada orang lain, tentulah orang tersebut akan berbalik memaafkan kita juga secara tulus.
Sudah sewajarnyalah meminta maaf ketika melakukan kesalahan, karena sesungguhnya orang yang mulia ialah orang yang mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada sesamanya.

3. Terima Kasih

Kata “Terima Kasih”, satu kata sederhana namun memiliki makna mendalam. Sebuah kata yang menunjukkan penghargaan diri kita terhadap orang lain atas bantuan atau pemberiannya untuk kita. Ungkapan terima kasih merupakan wujud ekspresi atau rasa bersyukur kita atas apa yang telah kita dapatkan dan rasakan. Namun lambat laun kata ini sudah jarang dituturkan oleh sebagian orang. Padahal kata ini sebenarnya didasari pada rasa Syukur kepada Yang Maha Kuasa atas Rahmatnya-Nya kepada seseorang. Mungkin bagi mereka yang enggan mengucapkan kata “Terima Kasih” saat menerima sesuatu –bisa jadi karena mereka kurang bersyukur atas nikmat Tuhan yang telah diberikan.

Bill Scheibler mengatakan, terima kasih kepada seseorang tanpa mengungkapkan secara khusus adalah sama seperti membungkus kado tanpa memberikanya. Ketika mengungkapkan rasa terima kasih memang harusnya tak hanya sekedar ucapan, namun sebaiknya dibarengi dengan senyuam tulus dan jabat tangan hangat kepada pemberi pertolongan tersebut. Apabila dilakukan, hal tersebut dapat memberikan energi positif kepada penerimanya.
Mulailah terapkan ‘3 Magic Words’ dalam kehidupan sehari-hari saat berinteraksi dengan sesama manusia tentunya harus didasari hati yang tulus dan ikhlas, maka energi positif pun akan terjalin dari sikap saling menghargai tersebut.

back to top