Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Suminah pedagang jujur nan langka

Suminah pedagang jujur nan langka

Suminah tak tergiur dengan berbagai ajakan yang menjatuhkan sportifitasnya selaku pedagang. Membuat para pembeli menghampiri dagangannya tanpa menggunakan kecurangan adalah tujuannya. Selain itu, Suminah juga selalu berusaha memberikan kepuasan berbelanja kepada pembeli tanpa membebani mereka dengan patokan harga yang menyekik.

Membuat dagangan agar tetap terjamin mutu dan kualitas merupakan tugas dari seorang pedagang. Bagi Suminah, menjaga barang dagangannya tetap bagus cukup mudah. Pedagang yang sehari-harinya berjualan di tengah Pasar Mencos, Tanjung Priok Jakarta Utara ini harus tetap menjaga kondisi barang yang dia jual tetap bagus.

Ikan Kakap, Ikan Cue dan Ikan Kembung sudah sejak lama jadi objek dagangannya. Tidak hanya ikan-ikan tersebut, Suminah sendiri mengaku pernah mendapatkan suplai ikan pari berukuran sedang untuk dijual saat perayaan dan masih banyak lagi. Beliau sempat kewalahan menghadapi situasi tersebut. “ Alhamdulillah, saat itu ikan yang saya terima masih segar dan nelayannya juga memberikan discount” ujar Suminah.

Harga ikan yang djual oleh Suminah berada jauh dibawah tingkatan rata-rata pedagang ikan lainnya. “ Saya tidak mau membebani pembeli saya, yang saya inginkan melihat mereka puas dengan pelayanan saya” tegasnya memberitahu. Harga yang terjangkau oleh pembeli tersebut merupakan salah satu strategi marketingnya untuk memikat pembeli walau akhirnya dia mendapatkan keuntungan yang sedikit.

Wanita yang hidup hidup sendiri ini sudah menjalani pekerjaan sebagai pedagang ikan sejak 20 tahun yang lalu. Saat di wawancarai, Suminah ternyata mengingat semua jenis ikan-ikan yang sudah dia jual walau sudah menginjak usia senja. Sebelum menjual ikan, Suminah mengaku pernah menjual berbagai jenis perabotan rumah tangga hingga usahanya itu bankrut dan beralih berjualan ikan-ikan basah.

Tahun ini, Suminah genap berumur 62 tahun. Untuk seumurannya, tak bisa dipungkiri bahwa seharusnya orang-orang seperti Suminah beristirahat dengan santai di teras rumah sambil menunggu anak-anaknya. Kenyataannya, kini dia harus bekerja menafkahi diri sendiri dengan berjualan ikan. Suminah mengalami keguguran saat usia kandungannya berumur 5 bulan karena kecelakaan motor yang menimpa dia dan suaminya. Semenjak kejadian itu, dokter mem-vonis dia tidak bisa memiliki keturunan.

Dalam menjalani aktifitasnya, setiap shubuh dia harus berkompetisi dengan pedagang ikan lainnya yang sudah menunggu kapal nelayan bersandar di pelelangan. Pedagang-pedagang tersebut berjualan dengan berbagai cara, ada yang menggunakan motor, ada pula yang menetap. Contoh pedagang yang berjualan dengan menetap pada satu titik adalah Suminah.

Di pasar mencos, tidak hanya Suminah saja yang berjualan ikan-ikan basah.  Ada beberapa pedagang lain saingan Suminah. Untuk menjaga ketertiban sesama penjual ikan, para pedagang itu membuat suatu peraturan untuk mengatur perilaku pedagang. Salah satu aturan yang ada di dalam perjanjian itu adalah menjual jenis ikan yang berbeda satu sama lain.

Selain itu, mereka berjanji untuk tetap menjaga mutu kualitas dagangannya. Dalam menjaga mutu dan kualitas dagangannya, Suminah menerapkan prinsip kedisplinan. Kedisiplinan yang diterapkannya itu berbeda dengan TNI maupun Polri. Disiplin menurutnya yaitu tetap berada  pada jalurnya dan menjaga amanah yang diberikan para pembeli terhadapnya.

Pernah suatu waktu, salah satu saudaranya meminta bekerjasama dalam bentuk pekerjaan. Di dalam kerja itu, dia mendapatkan usulan untuk menggunakan kecurangan dalam praktek jual beli. “ saya mah dengan tegas menolak melakukan  kecurangan dalam praktek jual beli, intinya saya tidak mau menipu pembeli” cetusnya kesal.

Pada tahun ini,sudah banyak terungkap kasus pedagang ikan basah yang menggunakan formalin. Formalin tersebut seharusnya digunakan untuk mengawetkan mayat, namun digunakan pada ikan basah agar ikan terlihat lebih bersih dan segar. Kebalikan dengan fakta tersebut, Suminah menolak untuk menggunakan cara-cara curang untuk mengaet pembeli lebih banyak. Menurutnya, selain disiplin pedagang itu harus berpegang pada kejujuran dan selalu fair dalam berdagang.

Meski berkompetisi dalam berjualan, seluruh pedagang di Pasar Mencos tetap menjaga tali silaturahmi. Tidak ada pedagang yang egois atau bermain curang dalam praktek jual beli. Mereka berpendapat bahwa persaingan yang curang akan mengakibatkan perpecahan dan ketidakpercayaan satu sama lain. Maka dari itu, mereka dengan terang-terangan menolak dan tetap menjaga sportifitasnya selaku pedagang.

Jujur, amanah dan disiplin dalam jual beli merupakan sifat pedagang yang selalu diidamkan oleh setiap pembeli. Selain itu, pedagang juga harus selalu berparas ramah demi memikat perhatian dari para pembeli dagangannya. dengan sikap ramah itu, tanpa memakai kecurangan di setiap langkahnya pembeli akan tertarik sendiri untuk menghampiri pedagang. Prinsip itulah yang selalu diingat Suminah.


back to top