Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

SMAN Kota Mungkid adakan workshop seni-budaya

SMAN Kota Mungkid adakan workshop seni-budaya

Kota-Mungkid-KoPi| Sebagai bentuk apresiasi terhadap Seni dan Budaya, Teater Kejora SMA N 1 Kota Mungkid mengadakan Workshop Seni dan Budaya untuk mengisi liburan dengan hal-hal yang positif. Kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari (22-24/12). Satu hari pertama bertempat di Rumah Buku Duniatera Borobudur dan Selasa-Rabu menginap di sekolah.

Menurut ketua panitia, Ririn Hanifatusolihah, kegiatan workshop ini sebenarnya kegiatan program tahunan yang setiap dua tahun sekali diadakan. Untuk tahun ini, ada 20 peserta workshop dan menghadirkan pemateri sesuai praktisinya masing-masing seperti Mang Yani,Teguh Mahesa, Ahmad Jalidu, Nindito Nugroho, dan Begawan Prabu.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak teater agar lebih memahami tentang seni dan budaya serta mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler teater yang ada di sekolah  sekaligus mengisi waktu libur sekolah dengan hal positif.

Pada hari pertama di Rumah Buku Duniatera Borobudur, para peserta diajarkan bagaimana mengapresiasikan karya seni dengan membaca, menulis dan mengapresiasikan di depan peserta lain. Pada Hari Selasa-Rabu, kegiatan dilakukan di sekolah dan sekaligus bermalam di sekolah.

Berbagai materi diajarkan dari teori maupun praktik. Pemahaman dan pengetahuan disampaikan  dengan merefleksikan perkembangan seni dan budaya saat ini agar bisa menjadi acuan dan semangat berkarya.

Untuk pembelajaran teater sendiri  diajarkan tentang keaktoran, keteateran, managemen produksi, penyutradaraan, artistik, skenario,   dan tak  kalah menarik lagi adalah belajar dan berlatih tentang sinematografi.

Dalam kesempatan itu, pembimbing Teater Kejora, Munier Syalala juga memberikan olah sukma pada malam hari. Kemudan dilanjutkan dengan melakukan observasi di Pasar Borobudur dan sekitarnya di pagi hari. Kegiatan itu bertujuan untuk membangun plastisitas kesadaran seorang aktor dari lingkungannya. Dalam konsep keaktoran WS Rendra disebut "Manjing ing Kahanan" atau menyatu dengan suasana lingkungan. Ini adalah disiplin para seniman dan sastrawan agar mampu menghayati lingkungannya sehingga memberikan roh terhadap karya-karyanya.

Kegiatan ini berlangsung sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi para peserta.

“Saya harap ke depannya workshop seperti ini tetap ada, terus berjalan dan kedepanya kami bisa memberikan kontribusi yang positif untuk sekolah” ujar Annisa Ardiana Azzahra, salah satu peserta workshop. |  Nuzulul Ilma | Siswi SMA N 1 Kota Mungkid

back to top