Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menyelami maritim Indonesia bersama COMMINFEST 2017

Menyelami maritim Indonesia bersama COMMINFEST 2017

Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia menyimpan potensi bahari yang besar pula. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization 2012, Indonesia pada saat ini menempati peringkat ketiga terbesar dunia dalam produksi perikanan di bawah China dan India.

Perairan Indonesia juga menyimpan 70 persen potensi minyak karena terdapat kurang lebih 40 cekungan minyak yang berada di perairan Indonesia. Namun sayangnya potensi kemaritiman yang besar itu masih kurang dimaksimalkan pemanfaatannya.  

Dalam rangka memaksimalkan potensi tersebut, Presiden Jokowi berkomitmen membawa Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia yang dikemukakan pada Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Asia Timur (KTT EAS) di Myanmar, Kamis, 13 November 2014.                                 

Mendukung hal tersebut Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMPS Kom), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengadakan Communication Interest Festival (Comminfest).

Acara yang dibuka pada hari Jumat, tanggal 28 April 2017 oleh Gubernur DIY yang diwakilkan staff ahli Gubernur bidang sosial dan kemasyarakatan Drs. Bayu Hartana M.Si mengangkat tema “Menyelami Maritim Indonesia – Temukan Potensi. Wujudkan Aksi”.

Dalam pidato yang dibacakan oleh staff ahli Gubernur DIY mengatakan diperlukannya peran strategis perguruan tinggi dan kaum intelektual untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
”Dibutuhkan peran perguruan tinggi dan kaum intelektual dalam menciptakan inovasi berbasis kekuatan sumber daya lokal dan bukan malah mengimpor teknologi yang berbiaya tinggi.” ungkap Hamengkubuwono X.

Comminfest ini merupakan kompetisi yang bergerak dalam bidang Ilmu Komunikasi dengan empat mata lomba yaitu BroaDay, The Prime, Artiwara, dan Radio Announcer Competition yang diselenggarakan dari 28-29 April 2017.

Kompetisi yang diikuti oleh berbagai Universitas di Indonesia diantaranya seperti Unpad, UNY, Unair, dan Undip ini juga akan ditutup dengan “Awarding Night” sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya para mahasiswa yang mengikuti kompetisi ini.

Comminfest memiliki komitmen untuk mewadahi karya mahasiswa di Indonesia melalui kompetisi yang sudah berjalan selama empat tahun berturut-turut.

“Pada penyelenggaraannya di tahun keempat ini kami bertujuan mengajak mahasiswa melahirkan ide-ide kreatif dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia.” ujar Ferista Clarissa Ketua Panitia Comminfest 2017.

back to top