Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Mendengkur berarti lelap, siapa bilang?

Mendengkur berarti lelap, siapa bilang?

Kadangkala seseorang tidur mengorok sebagai pertanda tidurnya lelap. Tetapi pada kenyataannya tidak seperti yang kita lihat. Kebiasaan ngorok atau mendengkur bukan menandakan bahwa tidur orang itu nyenyak dan berkualitas,namun ini bisa menandakan adanya gangguan pada kesehatan.

 

Gangguan tidur – mendengkur – dalam istilah kedokteran disebut Sleep Apnea, bila kondisi ini dialami oleh seseorang dalam jangka waktu yang cukup lama maka akan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti hypertensi, penyakit jantung, stroke, bahkan pada kondisi tertentu gangguan tidur ini bisa menyebabkan kematian.

Pada saat bernapas udara masuk lewat hidung dan mengalir melalui tekak dan tenggorokan menuju ke paru-paru. Bila terjadi gangguan berarti pasokan oksigen ke otak menjadi tidak lancar sehingga tekanan darah bisa meninggi. Gangguan terhadap (perjalanan) udara ini memicu terjadinya suara dengkur atau ngorok. Seiring bertambahnya usia dan berkurangnya aktivitas fisik, otot pada jalan pernapasan termasuk palatum menjadi kian lemah. Karena itu, kebiasaan mendengkur cenderung dialami orang usia lanjut.
Inilah penyebab mendengkur diantaranya :

  • Kelainan anatomi hidung
  • Palatum berbentuk panjang dan lemah dapat menyentuh dinding belakang tenggorok ketika bernapas
  • Posisi kepala yang salah saat tidur
  • Penyempitan rongga pernapasan akibat radang atau infeksi
  • Tumbuh tumor di rongga hidung, belakang hidung atau belakang tenggorok

Dan berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan oleh gangguan tidur mendengkur (ngorok):

1. Tekanan Darah Tinggi

Berdasarkan dari penelitian para ahli, kondisi mendengkur (sleep apnea) adalah pemicu penyakit darah tinggi pada seseorang, semakin besar gangguan tidur (sleep apnea) pada seseorang maka akan semakin berat juga tekanan darah pada orang tersebut.

2. Stroke

Gangguan tidur (sleep apnea) karena mendengkur mengakibatkan terjadinya peningkatan kekentalan darah pada penderita dan pada akhirnya dapat meningkatkan resiko seseorang terkena stroke.

3. Penyakit Jantung

Apabila seseorang menderita gangguan tidur (sleep apnea) dan tidak ada perawatan maka orang tersebut akan sangat beresiko terkena penyakit jantung. Sleep apnea diketahui meningkatkan resiko denyut jantung yang tidak beraturan pada seseorang yang pada akhirnya menyebabkan orang tersebut menderita penyakit jantung koroner, dan penyakit jantung kongestif.

4. Mengalami Depresi

Berdasarkan riset dari para ahli ditemukan bahwa orang yang mengalami gangguan tidur dapat mengkibatkan penderitanya mengalami depresi.

5. Kerusakan pada otak

Orang yang mengalami gangguan tidur akibat mendengkur dapat beresiko mengalami kerusakan permanen pada otak. Kerusakan ini terjadi pada bagian otak untuk mengontrol ingatan, tekanan darah, dan emosi.

6. Diabetes

Gangguan tidur (sleep apnea) juga dapat mengganggu metabolisme yang ada dalam tubuh sehingga tubuh tidak dapat mentoleransi glukosa dan juga resisten terhadap insulin. Diabetes tipe 2 dikenal sebagai salah satu penyebab utama kematian, hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan efektif.

Mendengkur yang disertai henti napas, apalagi saluran napasnya sampai tertutup, amat berbahaya. Keadaan itu mengakibatkan pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang dan tekanan darah pun meningkat. Dalam kondisi seperti itulah orang bisa terkena serangan jantung atau stroke.

Untuk mengatasi gangguan mendengkur ada beberapa cara, yaitu :

1. Menurunkan berat badan
2. Menghindari minum alcohol atau obat tidur
3. Mengatur posisi tidur dengan mencegah posisi telentang
4 .Berolahraga untuk memperbaiki tonus otot
5. Memberikan obat-obat tertentu yang mengaktifkan syaraf

Mendengkur memang dapat mengakibatkan berbagai masalah pada penderitanya, namun ada juga manfaatnya bagi beberapa orang, yaitu pembakaran kalori lebih besar, berdasarkan penelitian dari sebuah universitas di California, Amerika Serikat. Para peneliti tersebut mengatakan bahwa orang yang mendengkur secara teratur dapat membakar kalori sebesar 2000 kalori dalam satu hari, sedangkan orang yang mendengkur sekali-sekali dapat membakar kalori dalam tubuh sebesar 1626 kalori per hari.

Maka dari itu, sayangilah diri anda dengan menjaga kesehatan selagi masih berkesempatan hidup di dunia, luangkanlah waktu mu sedikit demi kesehatan mu sendiri.

back to top