Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ibuku, motivasiku

wallpapersworldbd.blogspot.com wallpapersworldbd.blogspot.com

Wanita paruh baya tersebut kini sudah menjadi wanita yang berkecukupan, bila dahulu ia hanya menjadi seekor ulat yang ingin berusaha untuk menjadi seekor kupu-kupu cantik. Kini ia sudah benar-benar menjadi seekor kupu-kupu cantik yang juga senenangi oleh anak-anaknya.

Tidak mudah dalam menjalankan kehidupan, apalagi ditengah-tengah krisis keuangan yang tidak memadai. Ibu ku adalah salah satu nya, orang yang pernah merasakan bagaimana sulitnya menjadi seseorang yang layak dikatakan sebagai ‘orang’. Pontang-panting mengais rezeki yang tentu saja tidak akan mungkin didapatkan dengan begitu mudahnya, berjalan mengitari kampung, berteriak sana-sini dan melawan rasa haus dengan harapan teriknya matahari tidak akan mengalahkan dinginnya es mambo yang dibawa oleh ibuku. Ya, itu adalah pekerjaan yang ibuku lakukan semasa kecil, berjualan keliling es mambo. Tidak ada malu sedikitpun di benak ibuku dalam menjalankan rutinitas nya, disaat teman-temannya asik berbelanja oleh orangtua nya, tetapi tidak dengan ibuku yang justru melayani orang berbelanja. Tetapi itu semua ikhlas dilakukan ibuku untuk membantu perekonomian keluarga yang memang pada saat itu mengalami kemerosotan.

Beranjak dewasa sedikit demi sedikit keahlian ibuku mulai terasah, tidak lagi bekerja berjualan keliling. Kini ibuku mulai menjajakan kakinya di pabrik-pabrik tekstil, dengan bekerja sebagai seorang penjahit  ibuku dapat menghidupi kesehariannya dari hasil yang didapatkan.
Cita-citapun semakin tinggi, dengan angan menjadi seorang sarjana, ibuku yakin dapat memiliki kehidupan yang lebih baik lagi, tetapi itu semua tetap saja tidak mudah untuk digapai, benturan keras masalah perekonomian tetap saja menjadi kendalanya, namun dengan tekad yang kuat dan keyakinan yang tinggi, ibuku tidak akan hanya menjadikan itu semua sebagai angan dan bayangan semu. Dengan bekerja paruh waktu membaginya antara kuliah dan bekerja akhirnya ibuku dapat menjadi seorang sarjana dan dapat mewujudkan cita-citanya menjadi seseorang yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Ditempat dimana cita-citanya di gantungkan itulah, ia akhirnya dipertemukan oleh ayahku. Memang benar ungkapan ‘kalau jodoh tak akan kemana’, karena kalimat tersebut benar saja terjadi oleh ayah dan ibuku, dimasa ibuku sekolah dahulu tak disangka guru dari ibuku itu adalah merupakan teman dari ayahku saat itu, pada beliau lah ayahku meminta bantuan untuk di ‘perjodohkan’ hingga akhirnya mereka memiliki empat orang anak.

Kisah yang ibuku ceritakan pada ku, dapat aku jadikan sebagai motivasi hidupku dikemudian hari. Ibu ku pernah berkata “kalau ingin hidup memperjuangkan kita, kita juga harus memperjuangkan hidup terlebih dahulu” kalimat tersebut lah yang akhirnya membuat aku menjadi bersemangat dalam menjalani hidup ini, dengan selalu mengaplikasikan hal-hal positif di dalamnya.


back to top