Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Ibuku, motivasiku

wallpapersworldbd.blogspot.com wallpapersworldbd.blogspot.com

Wanita paruh baya tersebut kini sudah menjadi wanita yang berkecukupan, bila dahulu ia hanya menjadi seekor ulat yang ingin berusaha untuk menjadi seekor kupu-kupu cantik. Kini ia sudah benar-benar menjadi seekor kupu-kupu cantik yang juga senenangi oleh anak-anaknya.

Tidak mudah dalam menjalankan kehidupan, apalagi ditengah-tengah krisis keuangan yang tidak memadai. Ibu ku adalah salah satu nya, orang yang pernah merasakan bagaimana sulitnya menjadi seseorang yang layak dikatakan sebagai ‘orang’. Pontang-panting mengais rezeki yang tentu saja tidak akan mungkin didapatkan dengan begitu mudahnya, berjalan mengitari kampung, berteriak sana-sini dan melawan rasa haus dengan harapan teriknya matahari tidak akan mengalahkan dinginnya es mambo yang dibawa oleh ibuku. Ya, itu adalah pekerjaan yang ibuku lakukan semasa kecil, berjualan keliling es mambo. Tidak ada malu sedikitpun di benak ibuku dalam menjalankan rutinitas nya, disaat teman-temannya asik berbelanja oleh orangtua nya, tetapi tidak dengan ibuku yang justru melayani orang berbelanja. Tetapi itu semua ikhlas dilakukan ibuku untuk membantu perekonomian keluarga yang memang pada saat itu mengalami kemerosotan.

Beranjak dewasa sedikit demi sedikit keahlian ibuku mulai terasah, tidak lagi bekerja berjualan keliling. Kini ibuku mulai menjajakan kakinya di pabrik-pabrik tekstil, dengan bekerja sebagai seorang penjahit  ibuku dapat menghidupi kesehariannya dari hasil yang didapatkan.
Cita-citapun semakin tinggi, dengan angan menjadi seorang sarjana, ibuku yakin dapat memiliki kehidupan yang lebih baik lagi, tetapi itu semua tetap saja tidak mudah untuk digapai, benturan keras masalah perekonomian tetap saja menjadi kendalanya, namun dengan tekad yang kuat dan keyakinan yang tinggi, ibuku tidak akan hanya menjadikan itu semua sebagai angan dan bayangan semu. Dengan bekerja paruh waktu membaginya antara kuliah dan bekerja akhirnya ibuku dapat menjadi seorang sarjana dan dapat mewujudkan cita-citanya menjadi seseorang yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Ditempat dimana cita-citanya di gantungkan itulah, ia akhirnya dipertemukan oleh ayahku. Memang benar ungkapan ‘kalau jodoh tak akan kemana’, karena kalimat tersebut benar saja terjadi oleh ayah dan ibuku, dimasa ibuku sekolah dahulu tak disangka guru dari ibuku itu adalah merupakan teman dari ayahku saat itu, pada beliau lah ayahku meminta bantuan untuk di ‘perjodohkan’ hingga akhirnya mereka memiliki empat orang anak.

Kisah yang ibuku ceritakan pada ku, dapat aku jadikan sebagai motivasi hidupku dikemudian hari. Ibu ku pernah berkata “kalau ingin hidup memperjuangkan kita, kita juga harus memperjuangkan hidup terlebih dahulu” kalimat tersebut lah yang akhirnya membuat aku menjadi bersemangat dalam menjalani hidup ini, dengan selalu mengaplikasikan hal-hal positif di dalamnya.


back to top