Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

FEB UGM mengadakan diskusi kebijakan untuk mengenang Prof. Mubyarto

FEB UGM mengadakan diskusi kebijakan untuk mengenang Prof. Mubyarto

Sleman-KoPi|Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB-UGM) menggelar forum diskusi kebijakan yang bertajuk “Mubyarto Public Policy Forum” yang didedikasikan untuk Professor Mubyarto, seorang ekonom dari UGM yang tertarik di bidang ekonomi pedesaan semasa hidupnya.

 

Diskusi kebijakan ini menghadirkan Wakil Presiden Indonesia (Periode 2009-2014)Boediono dan Chatib Basri,Ph.D mantan Menteri Keuangan RI. Boediono yang menjadi pembicara kunci mengatakan kuliah ini harus melekatkan diri pada permasalahan pemerataan pembangunan untuk merefleksikan diri pada Prof Mubyarto.

“Nama Professor Mubyarto sering dikaitkan dengan konsep Ekonomi Pancasila. Namun pada lingkup yang lebih sempit ada satu tema yang menonjol dalam tulisan beliau, yaitu masalah pemerataan pembangunan,” ujar Budiono saat membuka diskusi di UGM, Rabu (10/4).

Selanjutnya, ia memaparkan kunci pemerataan pembangunan terletak dibahu negara melalui institusi-institusinya seperti akademisi dan pemerintahan. Menurutnya melalui intervensi yang efektif lewat institusi negara maka kesejahteraan dan kemakmuran negara bukanlah hal yang mustahil.

“ Untuk mencapai proses ini, perlu dibuat kebijakan bersama yang memakan waktu tidak sedikit, tidak cukup dengan rencana lima tahunan”, lanjutnya.

Dia juga menekankan dalam mencapai pemerataan pembangunan, perlu adanya proses politik yang murni dalam tubuh pemerintahan tanpa ada campur tangan proses ekonomi bisnis. Sementara, proses politik sering menjadi sasaran empuk bagi kaum elite dan menjadikannya sebagai elite capture.

Elite capture adalah suatu sikap atau tindakan yang dilakukan kaum elite untuk memengaruhi pembuatan kebijakan, keputusan agar hasilnya memberikan keuntungan bagi mereka sendiri, baik yang berbentuk materi ataupun nonmateri

“Perlu ada upaya-upaya agar jangan sampai porses politik yang seharusnya mengedepankan kan kepentingan publik malah dijadikan elite capture”, tekan Boediono.

Selain itu juga diperlukan pengamanan yang ketat oleh institusi-institusi negara di masa depan, sehingga intervensi dalam pemerataan pembangunan dapat berjalan efektif. Sehingga nantinya wacana pemerataan pembangunan dapat tercapai.|Syaiful Syidik Ardli

back to top