Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

FEB UGM mengadakan diskusi kebijakan untuk mengenang Prof. Mubyarto

FEB UGM mengadakan diskusi kebijakan untuk mengenang Prof. Mubyarto

Sleman-KoPi|Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB-UGM) menggelar forum diskusi kebijakan yang bertajuk “Mubyarto Public Policy Forum” yang didedikasikan untuk Professor Mubyarto, seorang ekonom dari UGM yang tertarik di bidang ekonomi pedesaan semasa hidupnya.

 

Diskusi kebijakan ini menghadirkan Wakil Presiden Indonesia (Periode 2009-2014)Boediono dan Chatib Basri,Ph.D mantan Menteri Keuangan RI. Boediono yang menjadi pembicara kunci mengatakan kuliah ini harus melekatkan diri pada permasalahan pemerataan pembangunan untuk merefleksikan diri pada Prof Mubyarto.

“Nama Professor Mubyarto sering dikaitkan dengan konsep Ekonomi Pancasila. Namun pada lingkup yang lebih sempit ada satu tema yang menonjol dalam tulisan beliau, yaitu masalah pemerataan pembangunan,” ujar Budiono saat membuka diskusi di UGM, Rabu (10/4).

Selanjutnya, ia memaparkan kunci pemerataan pembangunan terletak dibahu negara melalui institusi-institusinya seperti akademisi dan pemerintahan. Menurutnya melalui intervensi yang efektif lewat institusi negara maka kesejahteraan dan kemakmuran negara bukanlah hal yang mustahil.

“ Untuk mencapai proses ini, perlu dibuat kebijakan bersama yang memakan waktu tidak sedikit, tidak cukup dengan rencana lima tahunan”, lanjutnya.

Dia juga menekankan dalam mencapai pemerataan pembangunan, perlu adanya proses politik yang murni dalam tubuh pemerintahan tanpa ada campur tangan proses ekonomi bisnis. Sementara, proses politik sering menjadi sasaran empuk bagi kaum elite dan menjadikannya sebagai elite capture.

Elite capture adalah suatu sikap atau tindakan yang dilakukan kaum elite untuk memengaruhi pembuatan kebijakan, keputusan agar hasilnya memberikan keuntungan bagi mereka sendiri, baik yang berbentuk materi ataupun nonmateri

“Perlu ada upaya-upaya agar jangan sampai porses politik yang seharusnya mengedepankan kan kepentingan publik malah dijadikan elite capture”, tekan Boediono.

Selain itu juga diperlukan pengamanan yang ketat oleh institusi-institusi negara di masa depan, sehingga intervensi dalam pemerataan pembangunan dapat berjalan efektif. Sehingga nantinya wacana pemerataan pembangunan dapat tercapai.|Syaiful Syidik Ardli

back to top