Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

FEB UGM mengadakan diskusi kebijakan untuk mengenang Prof. Mubyarto

FEB UGM mengadakan diskusi kebijakan untuk mengenang Prof. Mubyarto

Sleman-KoPi|Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB-UGM) menggelar forum diskusi kebijakan yang bertajuk “Mubyarto Public Policy Forum” yang didedikasikan untuk Professor Mubyarto, seorang ekonom dari UGM yang tertarik di bidang ekonomi pedesaan semasa hidupnya.

 

Diskusi kebijakan ini menghadirkan Wakil Presiden Indonesia (Periode 2009-2014)Boediono dan Chatib Basri,Ph.D mantan Menteri Keuangan RI. Boediono yang menjadi pembicara kunci mengatakan kuliah ini harus melekatkan diri pada permasalahan pemerataan pembangunan untuk merefleksikan diri pada Prof Mubyarto.

“Nama Professor Mubyarto sering dikaitkan dengan konsep Ekonomi Pancasila. Namun pada lingkup yang lebih sempit ada satu tema yang menonjol dalam tulisan beliau, yaitu masalah pemerataan pembangunan,” ujar Budiono saat membuka diskusi di UGM, Rabu (10/4).

Selanjutnya, ia memaparkan kunci pemerataan pembangunan terletak dibahu negara melalui institusi-institusinya seperti akademisi dan pemerintahan. Menurutnya melalui intervensi yang efektif lewat institusi negara maka kesejahteraan dan kemakmuran negara bukanlah hal yang mustahil.

“ Untuk mencapai proses ini, perlu dibuat kebijakan bersama yang memakan waktu tidak sedikit, tidak cukup dengan rencana lima tahunan”, lanjutnya.

Dia juga menekankan dalam mencapai pemerataan pembangunan, perlu adanya proses politik yang murni dalam tubuh pemerintahan tanpa ada campur tangan proses ekonomi bisnis. Sementara, proses politik sering menjadi sasaran empuk bagi kaum elite dan menjadikannya sebagai elite capture.

Elite capture adalah suatu sikap atau tindakan yang dilakukan kaum elite untuk memengaruhi pembuatan kebijakan, keputusan agar hasilnya memberikan keuntungan bagi mereka sendiri, baik yang berbentuk materi ataupun nonmateri

“Perlu ada upaya-upaya agar jangan sampai porses politik yang seharusnya mengedepankan kan kepentingan publik malah dijadikan elite capture”, tekan Boediono.

Selain itu juga diperlukan pengamanan yang ketat oleh institusi-institusi negara di masa depan, sehingga intervensi dalam pemerataan pembangunan dapat berjalan efektif. Sehingga nantinya wacana pemerataan pembangunan dapat tercapai.|Syaiful Syidik Ardli

back to top