Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Zara Fashion Menarik Piyama 'Holocaust' dari Pasaran

Zara Fashion Menarik Piyama 'Holocaust' dari Pasaran

Winda Efanur FS


London-KoPi, Raksasa fashion Zara menarik piyama bergaris bintang kuning pada seluruh toko setelah salah seorang user sosial media menyamakan mereka dengan seragam yang dikenakan oleh tahanan Yahudi di kamp tahanan pada Perang Dunia II.

 Pada T-shirt anak-anak menampilkan bintang kuning enam menunjuk, dengan kata “sherif” tertulis di bagian depan. Kemeja ini tersedia di retail Spanyol rantai belanja online Eropa dan Israel.


Jurnalis Israel Dimi Reider termasuk orang pertama yang mengakui kemiripannnya
Blogging on 972mag.com, dia mengatakan. Ini kemeja SHERIFF untuk anda yang berusia tiga tahun.
Tidakah ini, cukup mengingatkan anda?


Sejak kejadian itu Zara meminta maaf dan menarik item dari pasaran toko-toko.


Rabbi Dr Jonathan Romain, menteri dari Maidenhead Synagogue, mengatakan pada London telegraph, kemeja itu bisa sebuah kesalahan yang tidak disengaja tapi mengingatkan luka memori Holocaust.


 “Hal ini lebih berarti kebetulan daripada penghinaan yang disengaja. Karena kesalahan itu Zara secepatnya menarik produk”, kata Jonathan.


Hal ini bukan pertama kalinya Zara mengalami masalah. Pada September 2007, dia harus menarik tas dengan hiasan swastika di pertokoan Inggris.

back to top