Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Surat Kartini: Kepada Nyonya Hilda G. de Booij #16

Surat Kartini: Kepada Nyonya Hilda G. de Booij #16

17 Juni 1902

Hilda yang manis dan budiman, bagaimana saya menyatakan terimakasih saya yang atas kegembiraan luar biasa yang tak terduga-duga, yang hari ini saya terima dari nyonya berupa potret buah hati nyonya yang teramat cantik. Terimalah jabat tangan saya. Tak puas-puasnya saya memandang potret yang manis itu. Kalau gambaran saja sudah membuat saya lupa daratan, bagaimana kalau saya bertemu aslinya!

Tetapi apa kabar, Hilda? Apakah suami dan anak-anak semuanya sehat-sehat? Saya mendoakan sungguh-sungguh!

Di surat kabar baru saja saya baca bahwa beberapa anak perempuan Cina mengajukan permohonan agar mereka diperbolehkan ikut menempuh ujian guru! Horeee! Untuk kemajuan! Saya sungguh gembira tentang hal itu.

Orang-orang Cina sangat keras dalam mempertahankan adat, dan sekarang kita lihat juga bahwa adat yang paling keras dan paling tua dapat dipatahkan juga!

Saya mendapat semangat dan harapan!

Ingin benar saya berkenalan dengan anak-anak Cina yang berani itu! Ingin sekali saya tahu pikiran, cita-cita dan perasaan mereka, jiwa mereka!

Selamanya saya ingin mempunyai teman orang Cina! Pasti banyak keindahannya Sudah pernahkah nyonya menghadiri perkawinan Cina? Saya satu kali, dan saya tidak akan melupakannya!

Seorang jutawan Cina di Semarang membuat kebun bagus sekali. Kebun itu terletak di atas bukit dan bukan main jelitanya. Bukit batu, gua, tebing-tebing, dan semuanya merupakan tiruan, ditumbuhi dengan tanaman paku, bunga-bungaan, dan pohon buah-buahan mini di sela pertamanan dan lorong yang melingkar-lingkar.

Sebuah kubah bagus berdiri di tengah-tengah kolam bersudut banyak, tempat gurami dan ikan mas berenang-renang. Di sampingnya ada bukit. Di dalamnya ada gua dengan kamar mandi. Melalui tangga lingkar yang membelit gua itu, sampailah kita di atas bukit. Di situ berdiri dua buah kuil mini, pohon buah-buahan, dan segala macam bunga tumbuh dan bermekaran. Kebun itu merupakan dongeng yang menjadi kenyataan. Hanya polong-polong dan peri-peri yang berkilau-kilauan putih perak, masih harus tampil dari celah-celah bukti batu dan gua untuk melengkapi dongengnya.

Gagasan yang mendasarinya itu adalah puisi, dan perwujudannya itu merupakan kesenian. Tetapi di mana ada kesenian tanpa puisi? Semua yang baik, yang luhur, yang suci, dalam satu kata segala yang indah dalam hidup ini dalah puisi!
Dan, bagaimana pendapat nyonya sekarang mengenai bangsa kulit coklat, bagaimana ungkapan keseniannya?
Aduhai, saya suka sekali membanggakan bangsa saya.

back to top