Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Surat Kartini : Kepada Nyonya Abendanon-Mandri #15

Surat Kartini : Kepada Nyonya Abendanon-Mandri #15

10 Juni 1902

Sesudah bahasa, ilmu bumi sangat menarik hati saya. Saya juga suka berhitung. Tapi, mengenai sejarah saya masih selalu tegang. Bukan karena saya tidak suka sejarah, justru sejarah paling menarik dan orang bisa banyak belajar darinya. Tapi, bentuk penyajiannya dalam buku-buku pelajaran itu kurang menarik bagi saya.

Dalam mata pelajaran itu harus ada guru yang mampu membuat sesuatu yang paling kering menjadi menarik. Yang sangat saya gemari dari sejarah adalah sejarah zaman kuno. Sayang hanya sedikit sekali terdapat dalam buku-buku itu. Itulah yang ingin benar saya ketahui; sejarah bangsa Mesir, Yunani dan Romawi Kuno.

Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang-orang setengah Eropa atau orang-orang Jawa yang kebarat-baratan. Dengan pendidikan yang bebas kami bertujuan terutama sekali akan menjadikan orang Jawa sebagai orang Jawa sejati, orang Jawa yang dijiwai dengan cinta dan semangat untuk tanah air dan bangsanya.

Dengan penyilangan tanaman atau binatang dari berbagai macam diperoleh jenis tanaman atau binatang yang unggul. Bukankah hal itu juga berlaku bagi adat istiadat bangsa-bangsa?

Apabila sesuatu yang baik dari bangsa yang satu dicampur dengan sesuatu yang baik dari bangsa yang lain, tidakkah campuran itu akan tumbuh adat kebiasaan yang mulia?

Kecuali mata pelajaran pendidikan dasar yang umum dan pekerjaan tangan, saya ingin benar-benar agar sekolah-sekolah kami diajarkan satu mata pelajaran lagi yakni pengetahuan tentang tubuh kita.

Bentuk dalam dan bentuk luarnya, serta tugas yang dilakukan tiap bagian jasad untuk mempertahankan hidup dan kesehatan. Tidak akan terjadi banyak kecelakaan, atau bisa diperkecil jumlahnya sampai batas terendah, jikalau pengetahuan yang berguna itu dimiliki banyak orang.

Pengetahuan ilmu kesehatan, ilmu merawat dan ilmu balut-membalut itu harus merupakan bagian dari pendidikan kita, saya rasa. Suatu ketika akan terjadi dalam hidup manusia, lebih-lebih perempuan, harus berdiri di depan ranjang sakit orang-orang baik yang dicintai maupun yang belum dikenal. Celaka benar kalau kita tidak dapat berbuat sesuatu.

back to top