Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kosmetik yang merusak wajah

Kosmetik yang merusak wajah

Kosmetik adalah produk tambahan (suplemen) untuk memberi perawatan pada kulit wajah. Akan tetapi tidak sedikit kasus pada para pengguna kosmetik baik wanita dan pria terjadi iritiasi sampai kerusakan kulit wajah. 

Menurut dokter  spesialis kulit dan kosmetika Ni Putu Susari Widianingsih dari Surabaya Skin Centre kosmetik sesungguhnya memiliki kandungan-kandungan kimia walaupun pada kosmetik berlabel alami. Hal itu berarti kosmetik akan menciptakan proses artifisial atau tidak alami di kulit wajah. 

"Jika bahan kimia tersebut tidak cocok pada kulit karena faktor-faktor seperti jenis kulit, jenis kimia berbahaya, dan reaksi cuaca, maka terjadi reaksi dalam bentuk iritasi, gatal atau bahkan kanker."

Oleh karenanya menurut dokter pakar kosmetika ini, para pengguna kosmetik harus benar-benar meneliti kosmetik yang dipakainya. Biasanya pasien hanya mempertimbangkan dari sisi harga. Makin mahal pasti makin bagus. Itu persepsi yang salah.

Dokter Putu memberi tips cara menggunakan kosmetik yang baik dan aman bagi kesehatan kulit wajah.

1. Teliti kandungan kosmetik dahulu.

Misal mengandung merkuri atau bahan-bahan kimia berbaya atau tidak. Jika tidak paham tentang bahan kimia, pengguna bisa mencermati reaksi kulit dari kosmetik berbahan tertentu berdasar pengalaman. Lebih aman lagi jika berkonsultasi pada dokter kesehatan kulit atau estetika.

2. Mengerti dan memahami jenis kulit wajah.

Ada 5 (lima) jenis kulit wajah yaitu normal, berminyak, sensitif, kering dan kombinasi. Setiap jenis kulit memberi respon berbeda terhadap kandungan kimia di dalam kosmetik. Banyak pengguna kosmetik kesulitan memahami jenis kulitnya, maka penting untuk berkonsultasi pada dokter.

3. Uji coba kosmetik. 

Para pengguna kosmetik biasanya langsung saja menggunakan produk yang dibelinya. Hal tersebut cukup berbahaya. Agar mengetahui apakah kosmetik cocok atau tidak perlu dicoba sedikit dahulu. Jika lebih dari satu jam tidak terjadi reaksi negatif maka kosmetik bisa dipakai.

Pembaca KoPi yang budiman, perhatikan tips ini agar tidak mengalami masalah lebih buruk pada kulit wajah. Konsultasikan pada dokter estetika dan kesehatan kulit Anda. Dokter Putu dan para dokter spesialis Anda bisa ditemui di alamat ini www.surabaya-skincentre.com | Kisna

back to top