Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Indahnya kalung, meskipun bukan batu mulia

Indahnya kalung, meskipun bukan batu mulia

KoPi-Pemakaian kalung sebagai perhiasan wanita sudah ada sejak zaman mesir kuno, terbukti dari penemuan batu mulia dan perhiasan yang ditemukan di Mesir. Bahkan Ratu Cleopatra mengenakan kalung besar sebagai simbol kekuasaan.

Namun pada zaman dahulu seperti di kerajaan – kerajaan eropa di abad ke – 14 para bangsawan harus menggunakan batu mulia berukuran besar untuk mendapatkan kalung yang berwarna - warni, sehingga berat kalung dapat mencapai 9 kilogram.

Kini perempuan – perempuan di dunia modern mengenakan kalung sebagai pelengkap busananya, kalung bukan lagi harus dari bahan bermaterialkan emas, berlian ataupun batu – batu mulia dengan berat yang menyiksa. Kalung dengan bahan fringe, arkilik dan kulit diminati perempuan modern.

Dengan bahan dasar yang ringan dan dapat dimodifikasi, perempuan dapat memilih berbagai macam model kalung dari desain tradisional atau desain modern. Seiring berjalannya waktu eksplorasi fashion kalung akan terus berkembang.

Suci Wulandari

back to top