Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Indahnya kalung, meskipun bukan batu mulia

Indahnya kalung, meskipun bukan batu mulia

KoPi-Pemakaian kalung sebagai perhiasan wanita sudah ada sejak zaman mesir kuno, terbukti dari penemuan batu mulia dan perhiasan yang ditemukan di Mesir. Bahkan Ratu Cleopatra mengenakan kalung besar sebagai simbol kekuasaan.

Namun pada zaman dahulu seperti di kerajaan – kerajaan eropa di abad ke – 14 para bangsawan harus menggunakan batu mulia berukuran besar untuk mendapatkan kalung yang berwarna - warni, sehingga berat kalung dapat mencapai 9 kilogram.

Kini perempuan – perempuan di dunia modern mengenakan kalung sebagai pelengkap busananya, kalung bukan lagi harus dari bahan bermaterialkan emas, berlian ataupun batu – batu mulia dengan berat yang menyiksa. Kalung dengan bahan fringe, arkilik dan kulit diminati perempuan modern.

Dengan bahan dasar yang ringan dan dapat dimodifikasi, perempuan dapat memilih berbagai macam model kalung dari desain tradisional atau desain modern. Seiring berjalannya waktu eksplorasi fashion kalung akan terus berkembang.

Suci Wulandari

back to top