Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Widodari ala designer Dedi Hertanto

Widodari ala designer Dedi Hertanto

Jogja-KoPi| Delmora " Rumah Kebaya dan Pengantin" dengan desaigner Dedi Hertanto & Anie Wardana mempersembahkan fashion show tunggal di Yogja city Mall Sabtu ( 8/10).

Dedi menampilkan adikarya berupa rancangan 22 gaun pengantin dan kebaya pengantin. Delmora merupakan jasa jahit desaigner dengan 70% tentang pernikahan dan 30%-nya menangani ready to wear.

Dedy mengatakan " , Saya dan kakak, Anie Wardhani bersimbiosis mutualisme dalam pelaksanaan bisnis baju pengantin ini. Saya bertugas sebagai desaigner, konsultan, konsep warna, dan lain lain. Sedangkan kakak berkonsentrasi pada bagian produksi ( tekhnik, pola, cutting, jahit)."

Pada pameran kali ini Dedy menampilkan karya dengan tema "WIDODARI". Ia mengambil inspirasi dari para dewi khayangan yang datang pada setiap pengantin di malam midodareni.

Seorang dewi yang sempurna, terlihat pada garis rancangan yang simpel dan tidak ribet digunakan.
Filosofi Jawa " Adining saliro saking busono" menjadi prinsip dasar Dedy dalam berkarya. Anggun, elegan, dan feminin menjadi karakter yang kuat bagi pengantin.

Konsep baju yang konseptual tapi sesuai dengan karakter calon pengantin menjadi komponen penting dalam karya karya rancangan Dedi.

Delmora berperan penting dalam Wedding Expo Ikappesty ( Ikatan Perancang Pesta Tradisional Yogjakarta) 2016. Ia menampilkan gabungan rancangan gaun dan kebaya pengantin dengan unsur unsur assesoris nusantara ( Bali.Yogjakarta, Minang, Tapanuli, Siger Jawabarat, Palembang).

Konsep karya terbagi menjadi 2, 11gaun dan 11 kebaya. Styling akhir menjadi unggulan dalam karya kali ini sehingga calon pengantin merasakan tetap menjadi diri sendiri pada hari bahagianya.

Pada fashion show ini, Delmora bekerja sama dengan Tori Mado sebagai koreografer, Aling salon sebagai Mua-Hair Do dan Warna Indonesia sebagai dokumentasi acara foto.

Desy menampilkan 4 Pegeant Beauty ( Putri Persahabatan, Putri Indonesia Jawatengah, Miss Indonesia Yogjakarta, Putri Pariwisata Yogjakarta).

"Saya juga memberikan sentuhan payet payet yang khusus saya impor dari Jepang. Payet payet ini akan memberikan nuansa yang lebih cermerlang dan beekilau. Gaun dan kebaya pengantin ini ada berbagai warna yang sedang trend, yaitu merah, hitam, creamy, biru, putih, pink dan specially gold. Bahan bahannya terbuat dari lace, silk, brokat,tule, jacquad.

Dan tentunya batik. Semua rancangan saya sangat feminim dan disesuaikan dengan keinginan serta karakter calon pengantin". jelas desaigner muda itu.

Ia berharap karya karyanya mampu membuat calon pengantin merasa berbahagia di acara pernikahannya .

back to top