Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Indahnya kalung, meskipun bukan batu mulia

Indahnya kalung, meskipun bukan batu mulia

KoPi-Pemakaian kalung sebagai perhiasan wanita sudah ada sejak zaman mesir kuno, terbukti dari penemuan batu mulia dan perhiasan yang ditemukan di Mesir. Bahkan Ratu Cleopatra mengenakan kalung besar sebagai simbol kekuasaan.

Namun pada zaman dahulu seperti di kerajaan – kerajaan eropa di abad ke – 14 para bangsawan harus menggunakan batu mulia berukuran besar untuk mendapatkan kalung yang berwarna - warni, sehingga berat kalung dapat mencapai 9 kilogram.

Kini perempuan – perempuan di dunia modern mengenakan kalung sebagai pelengkap busananya, kalung bukan lagi harus dari bahan bermaterialkan emas, berlian ataupun batu – batu mulia dengan berat yang menyiksa. Kalung dengan bahan fringe, arkilik dan kulit diminati perempuan modern.

Dengan bahan dasar yang ringan dan dapat dimodifikasi, perempuan dapat memilih berbagai macam model kalung dari desain tradisional atau desain modern. Seiring berjalannya waktu eksplorasi fashion kalung akan terus berkembang.

Suci Wulandari

back to top