Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Indahnya kalung, meskipun bukan batu mulia

Indahnya kalung, meskipun bukan batu mulia

KoPi-Pemakaian kalung sebagai perhiasan wanita sudah ada sejak zaman mesir kuno, terbukti dari penemuan batu mulia dan perhiasan yang ditemukan di Mesir. Bahkan Ratu Cleopatra mengenakan kalung besar sebagai simbol kekuasaan.

Namun pada zaman dahulu seperti di kerajaan – kerajaan eropa di abad ke – 14 para bangsawan harus menggunakan batu mulia berukuran besar untuk mendapatkan kalung yang berwarna - warni, sehingga berat kalung dapat mencapai 9 kilogram.

Kini perempuan – perempuan di dunia modern mengenakan kalung sebagai pelengkap busananya, kalung bukan lagi harus dari bahan bermaterialkan emas, berlian ataupun batu – batu mulia dengan berat yang menyiksa. Kalung dengan bahan fringe, arkilik dan kulit diminati perempuan modern.

Dengan bahan dasar yang ringan dan dapat dimodifikasi, perempuan dapat memilih berbagai macam model kalung dari desain tradisional atau desain modern. Seiring berjalannya waktu eksplorasi fashion kalung akan terus berkembang.

Suci Wulandari

back to top