Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Dokter dan fashion yang cantik

Dari Kiri: Dokter Laili, designer Tuti Adib dan pemilik butik HnD, Nani Handayani Dari Kiri: Dokter Laili, designer Tuti Adib dan pemilik butik HnD, Nani Handayani

Surabaya – KoPi. Sebagian orang berpandangan menjadi dokter adalah profesi yang secara finansial sudah cukup mapan. Namun tidak bagi dokter satu ini.

Biasa dipanggil dokter Laily, menjadi dokter bukanlah garis finish dari tujuan hidupnya. Karena itu ia berinisiatif menyalurkan hobi sedari kecilnya di bidang fashion.

“Awalnya sejak kecil saya sudah suka desain baju dan memang sejak kuliah sudah biasa bikin desain, sketsa dan sempat produksi, cuma nggak ditekuni karena hanya sekedar hobi.”

Ternyata profesinya sebagai dokter kecantikan menjodohkannya kembali dengan hobi di bidang fashion tersebut,  karena menurutnya kecantikan selayaknya bersanding dengan busana yang menarik juga.

Kepada para pasiennya ia tidak hanya memberi saran terkait kecantikan, namun juga bagaimana kecantikan tersebut serasi dengan busana yang pasien pilih.

Ia mendapat ilham terjun ke dunia fashion ketika pasiennya seringkali menanyakan busana yang dikenakannya tiap praktek, ini menjadi sinyal positif karena menurutnya pasiennya tidak hanya butuh cantik dari kulitnya aja, juga harus cantik secara penampilan.

Dokter yang sudah membuka praktek kecantikan di Jombang selama 7 tahun ini di dalam kliniknya juga disediakan produk-produk baju busana muslimah agar pasiennya tidak bosan selama menunggu gilirannya tiba.

Saat ini, ia bersama Nani Handayani dan Tuti Adib bekerja sama membuka Bilqis Boutique yang menyediakan kebutuhan akan busana muslimah yang sesuai dengan keinginan konsumen. Kenapa Bilqis? Karena ia merasakan sendiri kepuasan dan ia sejatinya sudah sangat lama menjadi pelanggan Bilqis karena menurutnya Bilqis menyediakan produk yang feminim, elegan dan eksklusif.

“saya pakai baju-baju Bilqis itu dipakai kapan aja nggak mati gaya dan basi, apalagi waktu saya pake umroh dari luar negeri ada yang bertanya, Ini baju dari mana? Itu kan tanda orang luar aja mengapresiasi, apalagi bangsa sendiri .”

Ia berpesan kepada para konsumen bahwa Bilqis bisa memproduksi model-model yang bisa diterima, dipakai sehari-hari dan mampu memenuhi keinginan dari tiap individu, jadi bagi yang tua maupun yang muda bisa menggunakan produk Bilqis dengan variasi bahan yang semakin menunjukkan keanggunan muslimah.

Selain itu, ia menjamin bahwa harga relatif terjangkau jika dibandingkan dengan kualitas yang diberikan oleh Bilqis, namun yang tak kalah penting adalah bahan-bahan yang digunakan tidak ada di clothing line yang lain, itu yang membuat para pelanggan setia menggunakan produk Bilqis dan produk Bilqis memiliki kekhasan yang tidak bisa ditiru oleh brand lain.

Bagi para muslimah yang tertarik langsung saja kunjungi produk-produk Bilqis di HnD Boutique, Gunawangsa Apartment Jl. Menur Pumpungan no. 62 Ruko 101.

 

Nora T. Ayudha

back to top