Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Berjilbab, mengurangi kecantikan

Berjilbab, mengurangi kecantikan

KoPi. Sebagian wanita merasa tidak cantik jika harus berjilbab. Wanita tidak lagi bisa memperlihatkan keindahan tubuhnya, seperti rambut dan telinga. Terlebih, jika cuaca terik yang menyebabkan keringat. Maka jilbab jua menghalangi rasa nyaman. Demikian pandangan sebagian kalangan terhadap jilbab. Benarkah pandangan-pandangan tersebut?

Pandangan bahwa jilbab mengurangi kecantikan, mereduksi keindangan dan menambah ketidaknyamanan memang ada dalam masyarakat. Sampai detik ini sebagian wanita masih meyakini pandangan tersebut. Saras (anonim, red.) adalah wanita muda yang modis, selain sebagai mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas negeri di Surabaya juga pebisnis properti. Saras termasuk mereka yang memandang jilbab memberikan rasa tidak nyaman.

"Saya sih memilih tidak berjilbab. Ya, lebih nyaman dan bebaslah. Apalagi kota ini (Surabaya, red.) panas sekali."

Namun, para wanita yang memutuskan berjilbab ternyata memiliki pandangan lain. Mereka bahkan merasa lebih anggun, cantik dan berkarakter.

Amelia adalah salah satunya. Diskusi kecil dengan KoPi, Amel menyatakan berjilbab itu indah.

"Pertama itu sudah hukumnya dalam Islam. Kedua, jilbab sama sekali tidak mengurangi rasa nyaman. Bahkan saya merasa lebih percaya diri lho. Gerah? Itu bukan alasan tidak berjilbab. Tanpa baju pun jika merasa gerah, ya pasti gerah. Ini kan soal persepsi saja."

Dokter ahli estetika dan kecantikan dari Light Skin Clinic (LSC), dr. Nisfu Laily, menjelaskan bahwa pandangan jilbab menyebabkan tidak nyaman atau kurang cantik bisa disebabkan oleh beberapa aspek.

"Pertama, aspek ketidaktahuan cara memilih dan menggunakan jilbab yang tepat untuk cuaca tertentu. Kedua, aspek ketidakpercayaan diri terhadap jilbab itu sendiri. Nah pada aspek kedua inilah penting para wanita perlu berkumpul sehingga menjadi lebih percaya diri."

Surabaya sendiri memiliki beberapa perkumpulan para wanita berjilbab diantaranya Hijabers Surabaya, lanjut dokter Laily.

Terkait dengan pembelajaran tentang berjilbab dan sekaligus membangun jejaring pertemanan dengan mereka yang telah berjilbab, pada tanggal 7 Juni 2014 akan dilakukan hijab tutorial, fashion show oleh Hijabers Surabaya, dan konsultasi make up.

Acara yang dihelat oleh Bilqis "high-end moslem wear dan HnD boutique ini sekaligus menyambut bulan ramadhan yang segera tiba. Maka tajuknya adalah Sparkling Ramadhan.

Sparkling Ramadhan akan diselenggarakan di Gunawangsa Apartment. Para wanita yang tertarik hadir bisa kontak ke telp 031-5961824.*

 

*PI-Adv.

 

back to top