Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Berjilbab, mengurangi kecantikan

Berjilbab, mengurangi kecantikan

KoPi. Sebagian wanita merasa tidak cantik jika harus berjilbab. Wanita tidak lagi bisa memperlihatkan keindahan tubuhnya, seperti rambut dan telinga. Terlebih, jika cuaca terik yang menyebabkan keringat. Maka jilbab jua menghalangi rasa nyaman. Demikian pandangan sebagian kalangan terhadap jilbab. Benarkah pandangan-pandangan tersebut?

Pandangan bahwa jilbab mengurangi kecantikan, mereduksi keindangan dan menambah ketidaknyamanan memang ada dalam masyarakat. Sampai detik ini sebagian wanita masih meyakini pandangan tersebut. Saras (anonim, red.) adalah wanita muda yang modis, selain sebagai mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas negeri di Surabaya juga pebisnis properti. Saras termasuk mereka yang memandang jilbab memberikan rasa tidak nyaman.

"Saya sih memilih tidak berjilbab. Ya, lebih nyaman dan bebaslah. Apalagi kota ini (Surabaya, red.) panas sekali."

Namun, para wanita yang memutuskan berjilbab ternyata memiliki pandangan lain. Mereka bahkan merasa lebih anggun, cantik dan berkarakter.

Amelia adalah salah satunya. Diskusi kecil dengan KoPi, Amel menyatakan berjilbab itu indah.

"Pertama itu sudah hukumnya dalam Islam. Kedua, jilbab sama sekali tidak mengurangi rasa nyaman. Bahkan saya merasa lebih percaya diri lho. Gerah? Itu bukan alasan tidak berjilbab. Tanpa baju pun jika merasa gerah, ya pasti gerah. Ini kan soal persepsi saja."

Dokter ahli estetika dan kecantikan dari Light Skin Clinic (LSC), dr. Nisfu Laily, menjelaskan bahwa pandangan jilbab menyebabkan tidak nyaman atau kurang cantik bisa disebabkan oleh beberapa aspek.

"Pertama, aspek ketidaktahuan cara memilih dan menggunakan jilbab yang tepat untuk cuaca tertentu. Kedua, aspek ketidakpercayaan diri terhadap jilbab itu sendiri. Nah pada aspek kedua inilah penting para wanita perlu berkumpul sehingga menjadi lebih percaya diri."

Surabaya sendiri memiliki beberapa perkumpulan para wanita berjilbab diantaranya Hijabers Surabaya, lanjut dokter Laily.

Terkait dengan pembelajaran tentang berjilbab dan sekaligus membangun jejaring pertemanan dengan mereka yang telah berjilbab, pada tanggal 7 Juni 2014 akan dilakukan hijab tutorial, fashion show oleh Hijabers Surabaya, dan konsultasi make up.

Acara yang dihelat oleh Bilqis "high-end moslem wear dan HnD boutique ini sekaligus menyambut bulan ramadhan yang segera tiba. Maka tajuknya adalah Sparkling Ramadhan.

Sparkling Ramadhan akan diselenggarakan di Gunawangsa Apartment. Para wanita yang tertarik hadir bisa kontak ke telp 031-5961824.*

 

*PI-Adv.

 

back to top